Mamuju, Mesakada.com — Krisis air bersih yang melanda warga Desa Pammulukang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, memaksa masyarakat mencari cara untuk mempertahankan sumber air yang masih tersisa. Warga membuat bilik pelindung di sungai demi menjaga sisa air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi masyarakat setempat, setiap sumber air yang tersisa menjadi sangat berharga karena kebutuhan air bersih harus tetap terpenuhi meski kondisi lingkungan tidak mendukung.
Salah seorang warga, Jasman mengungkapkan, kondisi itu sudah enam bulan dihadapi warga akibat sulitnya mendapatkan air bersih. Upaya membuat bilik di sungai menjadi salah satu cara masyarakat menjaga air yang masih tersisa agar bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sudah enam bulan seperti ini. Padahal dulunya ini sungai sangat deras,” kata Jasman, Sabtu (10/10/2026).
Kondisi tersebut mencerminkan kesulitan yang dihadapi warga Pammulukang dalam memperoleh air bersih. Persoalan ini dilaporkan telah berlangsung sekitar enam bulan, sehingga masyarakat harus berupaya sendiri untuk mendapatkan air bagi kebutuhan rumah tangga.
Keterbatasan air berdampak langsung terhadap aktivitas warga. Kebutuhan untuk memasak, mandi, mencuci, dan keperluan lainnya menjadi tantangan ketika sumber air yang biasa dimanfaatkan mulai berkurang.
Pembuatan bilik di sungai menunjukkan bagaimana warga berusaha bertahan di tengah keterbatasan. Namun, langkah tersebut belum menjawab persoalan mendasar mengenai ketersediaan air bersih yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Warga berharap kondisi ini mendapat perhatian pemerintah daerah dan instansi terkait. Penanganan yang konkret diperlukan agar masyarakat tidak terus bergantung pada sisa air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (*)






