Mamuju, Mesakada.com — Pemkab Mamuju bakal mengadakan ambulans perairan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya Pulau Karampuang. Pengadaan ambulans perairan tersebut telah dianggarkan dalam APBD tahun 2026 dengan nilai Rp 444 juta.
“Dan tahun ini juga, tahun ini kita akan pengadaan ambulans perairan. Tahun ini, saya sudah menganggarkan kurang lebih Rp 444 juta untuk ambulans perairan,” kata Bupati Mamuju, Sutinah, saat meresmikan Puskesmas Karampuang, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, pengadaan ambulans perairan menjadi bagian dari perhatian Pemkab Mamuju terhadap kebutuhan masyarakat Karampuang, terutama dalam hal akses pelayanan kesehatan dan rujukan pasien ke Kota Mamuju.
Sutinah menegaskan, pemerintah tidak bisa merealisasikan seluruh kebutuhan masyarakat secara instan karena setiap program harus melalui tahapan perencanaan dan penganggaran.
“Maunya hari ini, besok sudah terlaksana. Tidak ada seperti itu. Siapapun bupatinya, siapapun pemimpinnya, ada namanya regulasi yang harus kita lalui,” ujarnya.
Ia mencontohkan pembangunan Puskesmas Karampuang yang telah direncanakan sejak 2024 dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar, kemudian dilaksanakan pada 2025 dan kini telah selesai serta diresmikan.
“Jadi, kita merencanakan tahun ini, dilaksanakan tahun depan. Itu kalau ada anggarannya. Kalau tidak ada anggarannya, sabar lagi, menunggu tahun depannya,” kata Sutinah.
Selain ambulans perairan, Pemkab Mamuju juga menyiapkan pembangunan dermaga di Dusun Baja, Desa Karampuang. Pembangunan dermaga tersebut direncanakan masuk pada 2027. Sutinah mengatakan, dermaga tersebut dibutuhkan untuk memperlancar akses masyarakat menuju Kota Mamuju, termasuk mempercepat proses evakuasi pasien yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan di daratan.
“Nah, untuk dermaganya, itu tahun depan. Karena tadi saya lihat dermaganya itu panjangnya kurang lebih 200 meter,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan dermaga tidak dipaksakan masuk dalam APBD Perubahan 2026 karena dikhawatirkan tidak dapat diselesaikan secara optimal dalam waktu yang tersedia.
“Kalau di APBD perubahan kita laksanakan, takutnya tidak selesai. Nah, ini tahun depan mudah-mudahan dermaga kita bisa bangun untuk akses masyarakat, terutama di Dusun Baja, Desa Karampuang untuk bisa ke kota, dan akses pasien apabila ada yang ingin dirujuk ke Kota Mamuju,” ujarnya.
Sutinah menegaskan, berbagai program tersebut menjadi bukti perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat Karampuang.
“Jadi, ini perhatian pemerintah Kabupaten Mamuju. Jadi, jangan lagi bilang tidak ada perhatiannya Bupati. Karampuang itu saya sayang,” tegasnya. (*)






