Polewali, Mesakada.com — Polres Polman mengungkap kasus tewasnya seorang pemuda berinisial HU yang diduga menjadi korban Geng Motor CMP Brutal, di Kecamatan Matakali. Polisi menyebut geng motor tersebut kesal disalip korban di jalan raya.
Kapolres Polman, AKBP Zaky Maghfur mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 01.45 WITA, ketika HU bersama rekannya melintas menggunakan sepeda motor dan menyalip rombongan yang diduga merupakan kelompok geng motor CMP Brutal.
Rombongan yang diperkirakan berjumlah sekitar 10 sepeda motor itu diduga tersinggung setelah kendaraannya didahului korban. Akibatnya, sejumlah anggota kelompok tersebut melakukan pengejaran terhadap kedua korban hingga berujung kecelakaan dan merenggut nyawa HU.
“Salah seorang terduga pelaku berinisial AM diduga memberikan perintah kepada anggota rombongan lainnya untuk mengejar korban,” kata AKBP Zaky, di Mapolres Polman, Kamis (22/10/2026).
Saat pengejaran berlangsung, dua orang yang berboncengan sepeda motor mendekati kendaraan korban. Ketika posisi kendaraan hampir sejajar, salah satu sepeda motor diduga sengaja menabrakkan bagian bodinya ke sepeda motor korban.
“Benturan menyebabkan korban kehilangan kendali hingga terjatuh dan membentur kursi beton di pinggir jalan. Setelah korban terjatuh, terduga langsung meninggalkan lokasi kejadian,” jelasnya.
Akibat insiden tersebut, HU mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit. Sementara rekannya mengalami patah tulang pada bagian tangan dan rahang.
AKBP Zaky Maghfur mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan kejadian tersebut. Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengidentifikasi sejumlah orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Dari hasil penyelidikan, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih mendalami peran masing-masing, termasuk pihak yang diduga memerintahkan pengejaran dan pelaku yang terlibat langsung dalam insiden tersebut.
Selain menetapkan tiga tersangka, polisi juga mengamankan dua orang yang diduga membawa senjata tajam. Namun, keterlibatan dan status hukum keduanya dalam perkara tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Salah seorang tersangka yang masih berusia di bawah umur tidak ditampilkan dalam konferensi pers.
Dalam kesempatan itu, Kapolres turut menyoroti aktivitas kelompok geng motor CMP Brutal yang disebut telah beroperasi selama lebih dari tiga tahun.
Keberadaan kelompok tersebut menjadi perhatian kepolisian setelah insiden yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka serius.
Menyikapi kejadian itu, Polres Polman berkomitmen meningkatkan patroli dan pengawasan terhadap aktivitas kelompok motor yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pengawasan akan dilakukan melalui patroli jajaran Polres dan Polsek, penertiban lalu lintas, serta pendekatan edukatif kepada kalangan pemuda.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas dan pergaulan anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari.
Menurutnya, keterlibatan keluarga dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam kelompok yang melakukan aksi kekerasan maupun tindakan melanggar hukum.
Ia berharap para pemuda di Kabupaten Polman lebih banyak terlibat dalam kegiatan positif yang dapat menunjang prestasi dan masa depan mereka.
Polres Polman menegaskan akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap aktivitas kelompok yang mengancam keselamatan masyarakat agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. (ifn/ajs)






