Mamuju, Mesakada.com – Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Sulbar terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama dua hari berturut-turut guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan jelang akhir tahun.
Kegiatan GPM pertama digelar pada Kamis (2/10) di Desa Bambu, disusul hari kedua pada Jumat (3/10) di Taman Karema, Mamuju. Kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Analis Ketahanan Pangan Distapang Sulbar, Habibi, menyampaikan bahwa antusiasme warga di kedua lokasi sangat tinggi.
“Di Desa Bambu, kami menjual hingga 5 ton beras. Begitu juga di Taman Karema, stok beras langsung habis dalam waktu kurang dari 30 menit,” jelasnya.
GPM menyediakan berbagai komoditas pangan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras, aneka sayuran, bawang merah dan putih, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur ayam, dan daging ayam.
Distapang Sulbar memberikan subsidi langsung sebesar Rp3.000 per kilogram untuk komoditas utama, termasuk beras. Dengan demikian, harga beras kemasan 10 kilogram dapat disubsidi hingga Rp30.000, membuatnya jauh lebih terjangkau bagi masyarakat.
“GPM ini kami laksanakan dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari distributor lokal, Perum Bulog, hingga unsur internal Distapang,” tambah Habibi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga keterjangkauan akses pangan serta mengantisipasi potensi lonjakan harga di penghujung tahun. (*)





