Polewali, Mesakada.com – Pemprov Sulbar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamuju, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan.
Di Polewali Mandar, kegiatan dipusatkan di Jalan Daeng Ngimpung, Kelurahan Manding. Sejak pagi sekitar pukul 09.00 WITA, warga sudah memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, turut meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar, Safaruddin. Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian agenda Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Sulbar tahun 2026.
Salah satu momen menarik terjadi di stand DKP Sulbar. Awalnya ikan layang dan cakalang segar yang dipasok dari Kecamatan Tinambung dijual dengan harga Rp30 ribu per kilogram. Namun melihat antusiasme warga yang sangat tinggi, Gubernur Suhardi Duka langsung menginstruksikan penurunan harga menjadi Rp20 ribu per kilogram.
Keputusan tersebut langsung disambut antusias warga, terutama para ibu rumah tangga. Dalam waktu sekitar 20 menit, seluruh stok ikan yang dijual di stand tersebut habis terjual.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menikmati protein hewani yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, apalagi di momen Ramadhan seperti sekarang,” ujar Suhardi Duka.
Sementara itu, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Mamuju dipusatkan di Kompleks Pasar Baru. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kepolisian Daerah Sulawesi Barat dan Dinas Pangan Kabupaten Mamuju.
DKP Provinsi Sulbar juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut di bawah koordinasi Sekretaris Dinas, Oktoriro, dengan menyediakan ikan layang berkualitas seharga Rp25 ribu per kilogram.
Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan jual beli, tetapi bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Saya sangat terkesan dengan ketertiban dan semangat warga. Intervensi harga yang dilakukan Bapak Gubernur hari ini adalah bukti empati pimpinan terhadap kondisi ekonomi masyarakat,” kata Safaruddin.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga ketersediaan dan stabilitas harga ikan segar di Sulawesi Barat selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri. (Rls)






