Mamuju, Mesakada.com – Sebanyak 20 anak tidak sekolah (ATS) menjadi sasaran program Gerakan Kembali Bersekolah melalui Inovasi Desa Pammulukang Cerdas dan Literat (PCL) di Kabupaten Mamuju. Program ini menyasar anak yang belum pernah mengenyam pendidikan maupun mereka yang terpaksa putus sekolah.
Program tersebut diluncurkan Pemkab Mamuju melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mamuju di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Esa Lestari, Lingkungan Pure Timur, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Jumat (23/10/2026).
Kepala DPMD Mamuju, Fausan Basir mengatakan, pengembalian 20 anak ke jalur pendidikan menjadi salah satu tahapan pelaksanaan program inovasi desa. Selain penanganan ATS, program tersebut juga mencakup kegiatan pemberantasan buta aksara di Desa Pammulukang.
“Dari 20 anak ini, ada yang sama sekali belum pernah bersekolah, ada juga yang putus sekolah. Kita kembalikan dengan bekerja sama dengan PKBM Esa Lestari,” kata Fausan.
Dia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut berangkat dari usulan pemerintah desa yang ingin mengembangkan inovasi untuk menjawab persoalan pendidikan di wilayahnya. Desa Pammulukang kemudian terpilih setelah mengajukan proposal yang disusun dengan dukungan pegiat literasi di Kecamatan Kalukku.
Menurut Fausan, program inovasi desa dirancang untuk mendukung sejumlah agenda strategis, di antaranya pengentasan kemiskinan, penanganan anak tidak sekolah, penanganan stunting, peningkatan pengelolaan badan usaha milik desa (BUMDes), serta pemberantasan buta aksara.
Dalam pelaksanaannya, pembiayaan pendidikan bagi 20 anak tersebut akan disesuaikan dengan status mereka di PKBM Esa Lestari. Anak yang telah terdaftar akan mengikuti skema operasional PKBM, sedangkan anak yang belum terdaftar akan didukung melalui anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).
“Untuk yang belum terdaftar, datanya sudah diperbarui sehingga operasionalnya menggunakan APBDes. Dukungan pendanaan nantinya diserahkan pemerintah desa kepada PKBM,” jelasnya.
Fausan menyebutkan, anggaran untuk mendukung pengembalian sebagian anak ke sekolah telah tersedia dalam APBDes 2026. Sementara itu, setiap program inovasi desa memperoleh alokasi sekitar Rp100 juta sejak tahap awal pelaksanaan. Dengan lima program inovasi yang didorong pemerintah kabupaten, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp500 juta.
Dia menambahkan, pelaksanaan inovasi Desa Pammulukang Cerdas dan Literat akan didokumentasikan dalam bentuk buku putih yang memuat praktik baik selama program berlangsung. Dokumentasi tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah desa lain yang ingin menerapkan program serupa.
DPMD Mamuju juga membuka kesempatan bagi desa lain untuk mengajukan proposal inovasi. Fausan mengatakan, upaya tersebut telah disosialisasikan kepada pemerintah desa selama enam bulan terakhir agar penanganan persoalan pendidikan dan pembangunan masyarakat dapat diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Mamuju. (*)





