Mamuju, Mesakada.com – Pemkab Mamuju mengklaim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 363,56 miliar untuk program pengentasan kemiskinan pada tahun 2026. Upaya tersebut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan dari 7,15 persen pada 2024 menjadi 6,99 persen.
Capaian itu disampaikan Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, saat memaparkan laporan pembangunan daerah dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Pemprov Sulbar, di Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (18/6/2026).
Menurut Sutinah, anggaran pengentasan kemiskinan tersebut tersebar pada 25 perangkat daerah dan tujuh kecamatan sebagai bentuk intervensi lintas sektor untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Upaya pengentasan kemiskinan terus menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Mamuju. Melalui program yang dijalankan secara terpadu, angka kemiskinan berhasil turun dari 7,15 persen menjadi 6,99 persen,” kata Sutinah.
Selain penanganan kemiskinan, Pemkab Mamuju juga melaporkan sejumlah capaian program prioritas nasional. Salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 74.715 penerima manfaat hingga Semester I Tahun 2026, terdiri dari 60.729 siswa dan 6.584 tenaga pendidik.
Realisasi program MBG untuk kelompok siswa telah mencapai 95,63 persen. Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemkab Mamuju membentuk Satuan Tugas MBG melalui Keputusan Bupati Nomor 394 Tahun 2025 serta memperkuat sistem pengawasan berbasis digital.
Di sektor kesehatan, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 98 persen dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 86,49 persen. Capaian tersebut mengantarkan Kabupaten Mamuju meraih penghargaan UHC Award kategori Madya selama empat tahun berturut-turut.
Sementara pada sektor pendidikan, program Sekolah Rakyat yang kini terintegrasi dengan Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Barat di Kecamatan Simboro ditargetkan mampu menampung hingga 270 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
Pemkab Mamuju juga mencatat kemajuan dalam pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dari target 101 koperasi, sebanyak 21 unit telah selesai dibangun, 69 unit masih berproses, dan 11 unit belum terealisasi.
Pada sektor pelayanan usaha, program Jemput Bola UMKM (Jebol UMKM) berhasil menerbitkan 906 Nomor Induk Berusaha (NIB) pada triwulan pertama 2026 atau melampaui target 750 izin usaha. Selain itu, penyaluran bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Pusat kepada 25.473 keluarga rawan pangan telah terealisasi sebesar 81,96 persen hingga Juni 2026.
Sutinah menegaskan berbagai capaian tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan program prioritas nasional.
“Berbagai capaian ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam mendukung program prioritas nasional sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat di daerah,” ujarnya. (*)







