Wilayah Kalukku di Kabupaten Mamuju juga masuk daftar. Dari total 25.688 hektare, sebanyak 3.000 hektare menjadi potensi untuk pengembangan kakao dan peternakan.
Kawasan Sarudu, Baras di Pasangkayu seluas 36.902 hektare punya potensi 3.500 hektare. Potensi yang dapat dikembangkan adalah perikanan dan peternakan.
Terakhir di Ulumanda, Majene, terdapat 30.049 hektare lahan transmigrasi. Potensi pengembangan sebesar 3.000 hektare, pengembangan sektor kakao, kopi, hortikultura, dan peternakan.
Sulbar surplus sumber daya alam dan lahan pertanian, namun minim modal dan tenaga ahli lini bisnis tersertifikasi sebagai leader.
Selain itu, Suhardi Duka menuturkan, sejak 1981 hingga 2024, Sulbar telah membangun 81 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) yang tersebar di enam kabupaten. Total sebanyak 24.787 kepala keluarga telah ditempatkan.
Jumlah jiwa yang menghuni kawasan transmigrasi itu mencapai 98.929 orang. Terbesar berada di Kabupaten Mamuju Tengah dengan 11.230 KK dan 43.638 jiwa di 34 UPT, termasuk Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tobadak.
Di Pasangkayu, transmigrasi dimulai sejak 1982 dengan total 5.522 KK dan 22.620 jiwa di 18 UPT. Mamuju sendiri punya 19 UPT dengan 6.760 KK dan 27.570 jiwa, penempatan berlangsung dari 1981 hingga 2016.






