Mamuju, Mesakada.com — Komplek Kantor Gubernur Sulbar kini tampak lebih asri. Lahan yang dulunya hutan belantara diubah menjadi kawasan perkebunan produktif.
Hal itu diinisiasi Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, sejak menjabat. Ia mencontohkan bagaimana lahan yang dulunya menjadi hutan belantara dan dipenuhi semak belukar bisa menjadi lahan yang dipenuhi tanaman produktif.
Berbagai tanaman produktif ditanam. Seperti pisang cavendish, cabai, timun, tomat, terong, jagung, sukun, nangka madu, kangkung dan sebagainya. Termasuk membuat kolam khusus budidaya ikan nila.
“Kalau dulu ini hutan. Tempatnya ular, biawak dan babi. Kita tata. Sekarang ada pisang cavendish dan tanaman produktif lainnya,” kata Bahtiar, Selasa 12 November.
Tanaman yang ditanam juga sudah menunjukkan hasilnya. Satu persatu pisang cavendish yang ditanam di Komplek Kantor Gubernur Sulbar, mulai berbuah. Padahal, usia tanamnya baru sekira lima bulan.
Berbuahnya Pisang Cavendish terbilang sangat cepat. Secara ilmu pengetahuan, jantung Pisang Cavendish baru keluar di usia tujuh bulan dan berbuah di usia sembilan bulan.
Namun, kualitas tanah di Sulbar yang dinilai baik, membuat Pisang Cavendish yang ditanam Juni 2024 sudah menghasilkan buah. Lebih cepat dari biasanya.
“Pisang Cavendish sudah berbuah. Bagi ilmu pengetahuan tentang Pisang Cavendish, nanti tujuh bulan baru keluar jantungnya dan sembilan bulan berbuah. Ini lima bulan saja sudah berbuah. Betapa suburnya tanah Sulawesi Barat. Saya mau menunjukkan bukti bahwa yang disebut pH tanah lebih dari tujuh itu memang Sulbar terbukti,” ujar Bahtiar. (*)





