Mamuju, Mesakada.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Pammulukang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, menyasar sejumlah pekerjaan infrastruktur dan fasilitas dasar masyarakat. Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan rabat beton, saluran drainase, plat dekker, sumur bor, hingga perbaikan rumah tidak layak huni.
Babinsa Desa Pammulukang, Serma D. Mattabu mengatakan, terdapat dua titik pembangunan rabat beton yang akan dikerjakan dalam program TMMD tersebut. Selain itu, TNI bersama masyarakat juga akan membangun saluran pembuangan sepanjang kurang lebih satu kilometer dan dua titik plat dekker.
“Ini ada dua titik untuk rabat beton. Kemudian ada saluran buang kurang lebih satu kilometer, kemudian ada lagi dua titik plat dekker,” kata D. Mattabu, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, pembangunan akses jalan menjadi salah satu sasaran penting karena jalur tersebut menghubungkan tiga hingga empat dusun serta satu unit permukiman transmigrasi UPTD Marano yang masuk wilayah Kelurahan Sinyonyoi Selatan.
Kondisi jalan di wilayah tersebut cukup memprihatinkan, terutama ketika musim hujan. Bahkan, terdapat ruas jalan sepanjang lebih dari 300 meter yang sulit dilalui masyarakat saat hujan turun. Padahal, akses itu digunakan warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian.
Selain infrastruktur jalan, TMMD juga menyasar penyediaan sumber air bersih melalui pembangunan tiga sumur bor. Program ini turut mencakup rehabilitasi enam rumah tidak layak huni (RTLH) dan perbaikan tiga fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), masing-masing satu unit di masjid dan dua unit di rumah warga.
D. Mattabu menjelaskan, persiapan pelaksanaan TMMD telah dilakukan, mulai dari penyiapan tempat tinggal personel hingga pendistribusian material ke lokasi pekerjaan. Sebanyak tiga tempat disiapkan untuk menampung personel TNI, yakni satu ruang kelas SMP dan dua rumah warga yang berada di pinggir jalan.
Kendati demikian, pelaksanaan pekerjaan menghadapi kendala ketersediaan air akibat wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama sekitar lima bulan. Untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya menyiapkan mobil pikap guna mengangkut air dari pusat Desa Pammulukang menuju lokasi TMMD yang berjarak sekitar empat kilometer.
“Air ini untuk pengecoran dan juga untuk keperluan personel. Jadi, kami siapkan mobil pikap untuk melangsir air dari pusat Desa Pammulukang ke titik lokasi,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, sekitar 40 personel TNI akan terlibat langsung dalam pengerjaan sasaran TMMD. Masyarakat juga dilibatkan melalui sistem kerja bergiliran dengan target sekitar 15 warga setiap hari. Skema tersebut telah dikoordinasikan bersama kepala desa dan kepala dusun agar keterlibatan warga dari tujuh dusun dapat diatur secara bergantian.
TMMD dijadwalkan dibuka pada 13 Oktober 2026. Setelah upacara pembukaan, personel akan langsung menuju lokasi sasaran dan pekerjaan direncanakan mulai berjalan pada 14 Oktober. Seluruh rangkaian pekerjaan ditargetkan berlangsung selama kurang lebih 30 hari. (*)







