Ketua Koalisi Sukri Sebut Dirga Tak Terbiasa Rapat di Level Koalisi Partai

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Ketua Koalisi Sulbar Maju dan Sejahtera, Sukri Umar, menduga Ketua DPW NasDem Sulbar, Dirga AP Singkarru, belum terbiasa mengikuti rapat di tingkat koalisi partai.

Pernyataan itu disampaikan Sukri menanggapi keputusan NasDem melakukan walk out dalam rapat koalisi terkait proses pengusulan calon Wakil Gubernur Sulbar.

Menurut Sukri, aksi walk out tersebut terjadi karena Dirga dinilai belum memahami atmosfer dan substansi pembahasan dalam forum yang dihadiri tujuh partai pengusung.

“Dia mungkin enggak ngerti. Mungkin kurang terbiasa rapat dengan rapat-rapat se-level koalisi partai begitu. Kan memang selama ini juga. Orang-orangnya juga jarang dia datang. Nyaris enggak pernah hadir sih. Jadi mungkin atmosfernya beliau tidak paham,” kata Sukri, ditemui di DPRD Sulbar, Senin (24/8/2026).

Sukri mengatakan, berbeda dengan NasDem, partai-partai lain yang hadir dinilainya memahami konteks pembahasan dan substansi rapat.

“Tapi sekiranya teman-teman partai lain itu cukup dewasa dan mengerti apa yang menjadi konteks, apa yang menjadi substansi dari rapat pada saat itu,” katanya.

Ia menjelaskan, argumentasi NasDem mengenai UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 merupakan pandangan partai tersebut. Namun, partai lain yang berada dalam posisi sebagai pengusung juga memiliki hak untuk menyampaikan pandangannya. Menurut Sukri, perbedaan pandangan dalam rapat koalisi merupakan hal biasa.

“Itu kan sebenarnya konteksnya yang dia bilang itu adalah argumentasinya dia. Tapi teman-teman lain juga partai yang juga sama posisinya dan harus kita setarakan, seperti Gelora, PSI, PKS, Demokrat, Partai Buruh, Partai Ummat. Nah itu kan konteksnya diskusi, jadi mereka juga wajib berpendapat,” kata Sukri.

Sebagai moderator dalam rapat tersebut, Sukri menegaskan dirinya tidak dapat memberikan ruang lebih kepada salah satu partai hanya karena memiliki pandangan tertentu.

“Yang susah ini bos kalau misalnya dia maunya bahwa pendapatnya baru benar. Saya sebagai moderator di rapat itu tentu saya harus memberi kesempatan pada semua orang untuk memberi pandangan, pendapat. Soal apapun itu pendapatnya ya saya kira itu lain soal,” katanya.

Ia menilai, NasDem seharusnya tetap berada dalam forum untuk menyampaikan argumentasi, bukan meninggalkan rapat ketika terjadi perbedaan pendapat.

“Nah pada saat ada diskusi seperti itu dan beliau (Dirga) tidak siap berdiskusi, tidak siap berdemokrasi dalam rapat itu ya dia kemudian keluar. Nah sebagai ketua koalisi tentu saya merasa ya mungkin itu beliau terlalu terburu-buru. Harusnya kan dia mengajukan dulu calonnya,” tegas Sukri.

No More Posts Available.

No more pages to load.