Mamasa, Mesakada.com – Pemprov Sulbar mulai memperluas pemanfaatan teknologi Inseminasi Buatan (IB) pada ternak kerbau di Kabupaten Mamasa. Pelayanan IB pada ternak kerbau dilakukan inseminator Kabupaten Mamasa, Suma Ali.
Teknologi reproduksi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas genetik sekaligus mendukung pengembangan populasi ternak.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Sulbar, Hamdani Hamdi, mengatakan IB tidak hanya dapat diterapkan pada sapi dan kambing, tetapi juga kerbau.
“IB bukan hanya untuk sapi dan kambing, tetapi juga dapat diterapkan pada ternak kerbau. Kami mendorong agar teknologi ini semakin dimanfaatkan oleh peternak karena dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas genetik dan populasi ternak di Sulawesi Barat,” ujar Hamdani, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, pemanfaatan teknologi reproduksi ternak sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor peternakan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar, menjelaskan keberhasilan IB dipengaruhi kondisi kesehatan dan reproduksi ternak serta ketepatan waktu pelayanan.
Karena itu, peternak diminta mengenali tanda-tanda birahi pada ternaknya dan segera berkoordinasi dengan inseminator ketika waktu pelayanan sudah tepat.
“Kami mengajak peternak untuk tidak ragu memanfaatkan pelayanan IB. Bukan hanya sapi, tetapi kerbau dan kambing juga dapat dikembangkan melalui teknologi reproduksi ini,” jelas Nur Kadar.
Ia mengatakan Dinas TPHP Sulbar saat ini juga menyediakan stok semen beku kerbau. Dengan dukungan tersebut, pelayanan IB diharapkan dapat diperluas kepada peternak kerbau di daerah.
Pelayanan IB di Mamasa menjadi bagian dari upaya memperluas penerapan teknologi reproduksi pada berbagai jenis ternak. Kehadiran inseminator di lapangan juga memungkinkan peternak mendapatkan pelayanan langsung sekaligus pendampingan terkait kesehatan dan reproduksi ternak.
Dinas TPHP Sulbar mengajak peternak kerbau, sapi maupun kambing memanfaatkan layanan IB dengan berkonsultasi kepada inseminator atau petugas peternakan setempat agar pelayanan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing ternak. (*)





