Mamuju, Mesakada.com — Pengerjaan drainase di Jalan Usman Jafar, Lingkungan Padang Baka Timur, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Binanga, dikeluhkan warga. Bukan karena pembangunan drainase, melainkan material proyek yang menumpuk di badan jalan serta jembatan akses menuju rumah warga yang dibongkar dan tidak dibangun kembali.
Keluhan tersebut disampaikan warga. Material berupa pasir yang berada di badan jalan disebut mengganggu pengguna jalan. Bahkan, beberapa pengendara motor dilaporkan terjatuh akibat melintas di sekitar material proyek.
Kepala Lingkungan Padang Baka Timur, Abdurrahman yang juga tinggal di Jalan Usman Jafar membenarkan keluhan tersebut. Menurutnya, warga sebenarnya bersyukur karena drainase akhirnya dikerjakan mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu titik yang rawan banjir.
Namun, pengerjaan drainase berdampak pada akses menuju rumah warga. Sejumlah jembatan yang sebelumnya menjadi akses kendaraan ke rumah dibongkar dan tidak kembali dibangun.
“Mau tidak mau jembatan kita bangun lagi. Kemarin itu saya bangun juga biayanya Rp5 jutaan. Mungkin rumah yang agak besar pasti lebih mahal,” kata Abdurrahman, Rabu (7/10/2026).
Ia mengatakan, warga telah menanyakan persoalan tersebut kepada Dinas PUPR Mamuju. Dari penjelasan yang diterima, anggaran proyek disebut tidak mencukupi untuk membangun kembali seluruh jembatan rumah warga yang dibongkar.
“Kami sudah tanya PUPR, memang anggarannya tidak cukup untuk bangun jembatan rumah yang dibongkar. Kecuali akses ke fasilitas umum itu dibangun,” ujarnya.
Dampaknya, warga yang memiliki kendaraan roda empat terpaksa memarkir mobil mereka di lokasi yang lebih jauh karena akses menuju rumah tidak lagi bisa dilalui kendaraan.
Bahkan, salah satu usaha cuci mobil di jalan tersebut juga terpaksa menghentikan aktivitas sementara karena jembatan menuju lokasi usahanya belum tersedia.
Abdurrahman menyebut, pengerjaan drainase tersebut telah berlangsung sejak Juli dan hingga saat ini belum rampung. Ia berharap pekerjaan dapat segera diselesaikan, termasuk penanganan material yang mengganggu pengguna jalan.
Meski demikian, ia meminta pemerintah tidak hanya menyelesaikan drainase di Jalan Usman Jafar. Menurutnya, drainase di Jalan Baharuddin Lopa, tepat di depan Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju), juga perlu dikerjakan agar aliran air dapat terhubung dan penanganan banjir di kawasan tersebut lebih maksimal.
“Kami tetap bersyukur karena drainase dikerjakan. Karena di sini rawan banjir. Tapi mesti juga dikerjakan drainase yang ada di Jalan Baharuddin Lopa depan Unimaju, supaya airnya lari ke sana biar penanganan banjir bisa maksimal,” pungkasnya. (*)







