Jalan Viral Ibu Melahirkan di Kopeang Bakal Dikerja Pusat 3 Km Tahun Ini 

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Jalan Desa Bela dan Kopeang di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulbar, yang sempat viral setelah seorang ibu melahirkan di jalan, masuk dalam prioritas usulan perbaikan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Jalan yang bakal dikerjakan sepanjang 3 Kilometer (Km). 

PPK 1.1 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulbar, Edward Prana, mengatakan ruas jalan tersebut menjadi salah satu dari tiga paket IJD yang diusulkan Pemkab Mamuju untuk dikerjakan. Menurutnya, dari ruas jalan Bela-Kopeang, perbaikan yang direncanakan pada tahap awal mencakup sekitar 3 Km. 

Namun, bentuk penanganannya, apakah berupa pengaspalan, pengerasan, maupun betonisasi, belum dapat dipastikan karena perencanaan teknis dari pemerintah daerah masih berproses.

“Apakah aspal, pengerasan atau beton saya belum tahu perencanaannya. Jadi belum tahu saya,” kata Edward, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, penanganan jalan melalui IJD akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia. Jika kebutuhan perencanaan mencapai 10 Km, tetapi anggaran hanya mencukupi 3 Km, maka pekerjaan akan dilakukan pada bagian yang dapat dibiayai terlebih dahulu.

“Jadi misalnya perencanaan pengerjaan 10 Km, tapi uang yang ada hanya 3 Km ya dikerja 3 Km dulu. Kalau ke depan usulannya diterima lagi, tentu kita lanjut,” ujarnya.

Edward mengatakan, kondisi jalan Bela-Kopeang menjadi salah satu pertimbangan untuk diprioritaskan setelah persoalan tersebut sempat mencuat dan dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP).

“Itukan jalan sempat viral kemarin. Itukan kemarin sempat waktu RDP disampaikan. Jadi memang terkait hal itu diprioritaskan. Kita memang diminta bantu tergantung perencanaan daerah,” katanya.

Namun, tiga paket IJD yang diusulkan untuk wilayah Mamuju tersebut saat ini belum dapat dikerjakan karena proses anggaran masih berlangsung. Ketiganya berada di wilayah Kecamatan Tapalang dan Tapalang Barat.

“IJD untuk di kami ada tiga paket. Tapi itu masih belum ada anggarannya, masih proses. Jadi belum bisa dilaksanakan,” jelas Edward.

Ia menambahkan, pelaksanaan pekerjaan ditargetkan berlangsung pada akhir tahun setelah proses penganggaran dari pemerintah pusat selesai. BPJN Sulbar juga tidak dapat menangani seluruh kebutuhan jalan sekaligus karena keterbatasan anggaran.

“Kita belum bisa cover semua karena uangnya juga terbatas. Tapi nanti kita tentu bertahap. Kalau tahun depan usulannya masuk dan diterima tentu dikerja,” pungkasnya. 

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, ruas Jalan Bela-Kopeang merupakan jalan berstatus kabupaten dengan panjang sekitar 22,9 Km. Sebagian besar ruas masih berupa jalan tanah dengan kondisi yang belum memadai di sejumlah segmen. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.