Di Mamuju, ada satu nama yang hampir selalu berhasil menghidupkan suasana, baik di panggung resmi maupun di bangku tongkrongan. Namanya Muhammad Idrus.
Banyak orang lebih mengenalnya dengan sapaan Ipenk (Akronim candaan dari Idrus Pendek). Seorang jurnalis sekaligus Master of Ceremony (MC) yang dikenal enerjik, adaptif, dan punya kemampuan alami membangun kedekatan dengan siapa pun yang ada di sekitarnya.
Di atas panggung, Ipenk adalah sosok yang cair. Ia tahu bagaimana membaca suasana, menata alur acara, dan membuat audiens merasa dilibatkan.
Dari acara pemerintahan, festival budaya, konser musik, hingga launching produk, ia kerap dipercaya sebagai key person yang menyatukan seluruh elemen acara. Delivery-nya asyik dan spontan, tapi tetap rapi dan beretika. Acara berjalan mulus, pesan tersampaikan, dan suasana tetap hangat.
“MC itu bukan soal siapa yang paling banyak ngomong, tapi siapa yang bisa bikin semua orang ngerasa nyambung,” kata Ipenk.
Lahir dan besar di Polewali Mandar, Ipenk menetap di Mamuju sejak 2019. Kepindahannya bukan sekadar soal pekerjaan, tapi juga pilihan untuk bertumbuh bersama ekosistem kreatif yang sedang berkembang. Sejak hadir di Mamuju, namanya perlahan tapi pasti dikenal luas.







