Mamuju, Mesakada.com — Kinerja jajaran Kepolisian Republik Indonesia dinilai terus bertransformasi dan semakin profesional. Tidak lagi suram seperti halnya saat awal-awal reformasi.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), dalam perayaan Syukuran HUT Bhayangkara ke 79, di Ballroom Grand Maleo Hotel and Convention Mamuju, Selasa 1 Juli.
SDK menceritakan, tahun 1999 hingga 2001 citra polisi berada di titik terendahnya. Bahkan seorang Gus Dur melemparkan satire bahwa hanya tiga polisi yang jujur.
Yakni Polisi Tidur, Patung Polisi dan Jenderal Hoegeng. Itu artinya bahwa masa itu memang situasinya sangat tidak menentu pasca reformasi.
Namun, lanjut SDK, dalam perjalanannya polisi saat ini tidak lagi berada pada posisi seperti halnya saat awal-awal reformasi.
“Polisi saat ini sudah sangat profesional. Baik secara nasional maupun di daerah. Dua tahun terakhir selama kepemimpinan Irjen Pol Adang, polisi di Sulbar mampu menempatkan dirinya dan memainkan peran konstitusionalnya dan mampu menciptakan kepastian dan rasa aman di Sulbar,” kata SDK.
Bahkan, lanjut SDK, dalam momen Pemilu dan Pilkada 2024 pun jajaran Polda Sulbar selalu selalu menempatkan diri dalam posisi netral.
“Inilah yang kita rasakan sejak Irjen Pol Adang Ginanjar memimpin Polda di Sulbar,” sebutnya.
SDK menyebutkan, sudah banyak karya yang dihadirkan Irjen Pol Adang Ginanjar termasuk perubahan signifikan dalam penegakan hukum di Sulbar. Irjen Pol Adang juga disebut mampu mengabdikan diri kepada masyarakat.
“Baik itu dalam bentuk pelayanan kesehatan dan pembinaan UMKM yang dipelopori Bhayangkari. Mendesain karya tradisional menjadi karya modern yang memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya. (*)





