Mamuju, Mesakada.com – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), membuka Sulbar Fair 2026 dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Sulbar. Dalam sambutannya, SDK mengajak masyarakat menikmati festival yang melibatkan pelaku UMKM, insan seni hingga artis.
“Malam ini kita akan bergembira di tengah festival Sulbar Fair 2026 yang melibatkan UMKM, melibatkan insan seni, dan bahkan melibatkan artis untuk kita nonton bersama-sama,” kata SDK.
Di tengah kemeriahan Sulbar Fair 2026, SDK juga menekankan pentingnya persatuan masyarakat Sulbar yang memiliki latar belakang berbeda, baik suku, bahasa maupun agama.
“Kita beda suku, kadang beda bahasa, bahkan beda agama. Seandainya tidak ada perbedaan itu, maka imbauan persatuan tidak perlu. Karena justru ada perbedaan itu, maka kita perlu bersatu,” ujarnya.
Menurut SDK, persatuan diperlukan untuk membangun kekuatan dan menyatukan cita-cita masyarakat Sulawesi Barat. Ia menegaskan pembangunan daerah tidak boleh terganggu oleh perbedaan.
“Untuk apa kita bersatu? Untuk satu kekuatan dan cita-cita. Kita ingin bangun Sulbar, tidak boleh kita terpecah. Harus kita tetap satu tujuan, yaitu ingin mewujudkan Sulbar menjadi daerah yang maju,” katanya.
SDK mengatakan kemajuan Sulbar harus tercermin pada berbagai sektor, mulai dari pembangunan wilayah dan infrastruktur hingga pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Maju wilayahnya, maju infrastrukturnya, maju pendidikannya, maju kesehatannya, dan sejahtera rakyatnya. Itu harapan kita,” tuturnya.
Ia menyebut momentum HUT ke-22 Sulawesi Barat juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kerja pemerintah selama satu tahun terakhir. Evaluasi tersebut, kata dia, penting untuk memastikan pembangunan dan anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Untuk kita menilai apa kerja-kerja kita dalam satu tahun ini. Apakah rakyat merasakan hasil kerja kita? Apakah uang yang kita belanjakan untuk infrastruktur benar-benar diperlukan oleh masyarakat kita?” ujar SDK.
Di tengah efisiensi anggaran, SDK menyebut pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi masih dapat menjamin layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, di tengah efisiensi, pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi masih bisa menjamin kesehatan rakyatnya,” katanya.
SDK kemudian mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat atas 22 tahun berdirinya Sulawesi Barat. Ia berharap semangat kebersamaan terus dijaga dalam proses pembangunan daerah.
“Dan yakinlah bahwa tidak ada pemerintah yang berniat tidak baik untuk rakyatnya. Setiap pemerintah, bupati, camat, gubernur, presiden, semua niatnya nawaitunya ingin Indonesia baik, dan ingin Indonesia maju, dan ingin Indonesia sejahtera,” pungkasnya. (*)






