Mamuju, Mesakada.com — Di tengah hari libur Hari Raya Waisak, Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK), tetap menggelar aktivitas pemerintahan.
Ia berkantor untuk membahas sejumlah isu penting, salah satunya polemik tambang pasir yang mencuat di Karossa dan Kalukku Barat, belakangan ini.
Alasan tetap berkantor karena ia bakal berangkat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulselbar, di Makassar. Meski bgitu, SDK menyatakan prioritasnya pada penanganan sejumlah persoalan.
“Kita berkantor karena saya akan berangkat ikut RUPS sementara banyak yang mendesak. Antara lain demo kemarin kita akan sikapi tuntutannya,” kata SDK, saat diwawancarai, di Kantor Gubernur Sulbar, Senin 12 Mei.
SDK merespons gelombang unjuk rasa yang terjadi beberapa hari terakhir. Demonstrasi tersebut menyoroti aktivitas pertambangan pasir yang dianggap merugikan lingkungan dan warga sekitar.
Pemprov Sulbar, lanjut SDK, akan menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas tindak lanjut dari tuntutan tersebut.
Selain soal isu tambang, SDK juga membahas evaluasi pendapatan daerah. Meski Sulbar sudah mencatatkan pendapatan di atas 25 persen, tapi evaluasi dari pemerintah pusat baru 18 persen. “Kita sesuaikan data kita,” singkatnya.
Selain itu, SDK juga ingin mempercepat pelaksanaan program bagi masyarakat. “Kita lakukan percepatan, ada yang di bulan Mei dan Juni sudah bisa dijalankan program,” pungkasnya. (*).






