Wilayah Sumatra menunjukkan variasi serupa. BMKG mencatat Banda Aceh, Padang, Jambi, Palembang, hingga Bandarlampung cenderung berawan, sedangkan Medan dan Pekanbaru diperkirakan cerah berawan.
Di Kalimantan, Kota Pontianak berpotensi diguyur hujan ringan di awal gerhana dan berawan hingga akhir. Palangkaraya berawan, sementara Banjarmasin cerah berawan. Samarinda justru cerah di awal gerhana, namun berawan pada fase puncak hingga akhir.
Sementara itu, Bali dan Nusa Tenggara cenderung mendukung pengamatan. Denpasar diprediksi berawan, sedangkan Mataram cerah berawan, dan Kupang relatif cerah sepanjang gerhana.
Untuk Sulawesi, kondisi rata-rata berawan. Kota Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, hingga Manado diperkirakan tidak sepenuhnya cerah, meski peluang menyaksikan tetap terbuka.
Di wilayah Maluku, BMKG melaporkan Ambon berawan di awal gerhana dan hujan ringan pada fase puncak hingga akhir. Sedangkan Papua menunjukkan kondisi beragam. Jayapura hujan ringan pada awal gerhana, namun cerah berawan di fase puncak dan akhir. Merauke dan Wamena lebih beruntung karena diprediksi cerah berawan sepanjang peristiwa.
Gerhana bulan total ini bisa diamati langsung dengan mata telanjang tanpa perlu alat bantu khusus, selama kondisi langit tidak tertutup awan.
Dengan cuaca mayoritas cerah berawan, fenomena langit ini diperkirakan dapat disaksikan secara luas di berbagai daerah. (ajs)






