Fisioterapi Tak Sekadar Rehabilitasi, SIMBAH LENTUR Dorong Lansia Tetap Bergerak

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Peringatan World PT Day atau Hari Fisioterapi Dunia pada September 2026 menjadi momentum bagi Nungki Marlian Yuliadarwati bersama tim untuk mendekatkan layanan fisioterapi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut diisi dengan edukasi kesehatan sekaligus pengenalan SIMBAH LENTUR, sebuah inovasi latihan yang ditujukan untuk membantu lansia tetap aktif bergerak.

SIMBAH LENTUR merupakan akronim dari Senam Keseimbangan Sinambi Lenggah Agawe Angler Benahi Postur. Latihan ini menggabungkan breathing exercise, chair-based exercise, dan core exercise dalam rangkaian gerakan yang disesuaikan dengan kemampuan fungsional lansia.

Penggunaan kursi memungkinkan latihan dilakukan dengan lebih mudah dan aman, termasuk bagi lansia yang mengalami keterbatasan mobilitas maupun penurunan keseimbangan. Gerakan dirancang agar dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing lansia tanpa mengabaikan aspek keamanan selama beraktivitas.

Nungki mengembangkan SIMBAH LENTUR melalui penelitian doktoralnya di bidang Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Penelitian tersebut mendapat bimbingan Prof. Dr. Agus Hariyanto sebagai promotor dan Prof. Dr. Ir. Sujono sebagai ko-promotor.

Hasil penelitian menunjukkan latihan tersebut memberikan manfaat terhadap sejumlah aspek kesehatan lansia, antara lain kualitas tidur, mobilitas fungsional, stabilitas postural, dan keseimbangan. Hasil penelitian itu kemudian dibawa ke lingkungan masyarakat melalui edukasi dan praktik secara langsung.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa fisioterapi tidak hanya berkaitan dengan rehabilitasi setelah seseorang mengalami gangguan gerak. Fisioterapi juga memiliki peran dalam promosi kesehatan, mencegah penurunan fungsi tubuh, mempertahankan kemandirian, serta mendorong masyarakat tetap aktif sepanjang usia.

Momentum World PT Day 2026 juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya aktivitas fisik dalam pencegahan, pengelolaan, dan rehabilitasi penyakit tidak menular, termasuk penyakit kardiovaskular dan stroke.

Melalui SIMBAH LENTUR, Nungki dan tim berupaya menerjemahkan hasil penelitian menjadi latihan yang sederhana, mudah diterapkan, dan dekat dengan kebutuhan lansia. Ke depan, inovasi tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui kelompok lansia, posyandu, puskesmas, maupun komunitas.

Dengan demikian, peringatan World PT Day tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Inovasi seperti SIMBAH LENTUR dapat menjadi bagian dari upaya membawa fisioterapi lebih dekat kepada masyarakat sekaligus mendukung lansia agar tetap bergerak, aktif, aman, dan mandiri. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.