Polewali, Mesakada.com — Etape kedua Sandeq Silumba 2026 yang menempuh rute Pantai Pamboang, Kabupaten Majene, menuju Pantai Bahari, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), berakhir dengan persaingan sengit, Minggu (27/9/2026).
Sekitar 90 persen perahu sandeq berhasil menaklukkan rute tersebut dan mencapai garis finis di Pantai Bahari. Namun, sejumlah perahu mengalami kerusakan akibat medan pelayaran dan kondisi angin yang cukup kencang.
Bahkan, ada perahu yang harus berhenti tidak lama setelah Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad, memberikan aba-aba tanda dimulainya pelayaran etape kedua.
Syamsul Samad mengatakan kondisi angin yang cukup kencang membuat pertarungan antarsandeq berlangsung sengit.
“Alhamdulillah, 90 persen perahu sudah finis di Pantai Bahari ini. Meskipun kondisinya (cukup kencang angin, red), memang inilah tantangannya,” kata Syamsul Samad.
Menurutnya, karakter sandeq sebagai perahu layar sangat bergantung pada kondisi angin. Pada etape kedua, angin yang datang cukup kuat sehingga membuat pelayaran berlangsung lebih menantang.
“Alhamdulillah tadi kita start, namanya juga perahu layar butuh angin, nah dapat angin tadi. Cuman, memang luar biasa pertarungannya sengit, tadi tidak kurang dari 15 perahu sandeq mengalami cedera,” ujarnya.
Syamsul Samad menyebut kerusakan pada sejumlah perahu terjadi karena medan pelayaran yang berat serta kondisi angin yang kencang.
“Yang mengalami cedera memang karena medannya luar biasa, tantangannya luar biasa, anginnya kencang. Dan inilah sebenarnya yang disukai oleh para passandeq, adalah angin datang,” tutur Syamsul Samad.
Meski terdapat perahu sandeq yang mengalami kerusakan dan tidak mampu melanjutkan perjalanan, Syamsul Samad memastikan para passandeq dalam kondisi selamat.
“Bahwa ada yang cedera, yang tidak bisa melanjutkan perjalanan, itu bagian dari menikmati seni dalam Sandeq Silumba,” katanya.
Ia menegaskan keselamatan peserta menjadi hal utama dalam pelaksanaan event budaya maritim Mandar yang tahun ini masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) tersebut.
“Tapi, alhamdulillah secara umum peserta selamat semuanya. Meskipun perahunya cedera, tapi passandeq-nya selamat dan 90 persen sudah masuk finis,” ungkap Syamsul Samad.
Untuk penghargaan etape kedua, hadiah telah diserahkan kepada enam perahu yang lebih dahulu mencapai garis finis.
Enam perahu yang menjadi finisher terdepan pada etape kedua yakni Bintang Maha Putra, Cahaya Zikir, Athena, Mina Karya Pelita Alam, Nurmadinah, dan Cendrawasih.
Syamsul Samad juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya etape kedua Sandeq Silumba 2026. Menurutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piala bergilir serta hadiah dan uang pembinaan bagi peserta yang meraih posisi terbaik.
“Insya Allah dilanjutkan sebentar malam untuk kita menyerahkan piala bergilir dan apresiasi berupa hadiah atau uang pembinaan kepada para juara, kurang lebih juara satu sampai posisi 20,” tutupnya.







