Menurut Dirga, keputusan walk out diambil setelah berbagai keberatan dan protes yang disampaikan NasDem secara lisan tidak mendapatkan respons yang diharapkan.
“Kalau ditanya kenapa, karena seluruh bentuk keberatan dan protes secara lisan itu tidak diindahkan,” katanya.
Dirga mengatakan, pembahasan tetap berjalan dari satu poin ke poin berikutnya meski menurut NasDem belum ada kesepakatan utuh mengenai mekanisme yang digunakan.
“Dari poin satu, kedua dan ketiga, forum itu tetap berlanjut, tetap berjalan tanpa ada kesepakatan di dalamnya yang utuh,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut tidak ideal jika dikaitkan dengan prinsip demokrasi dan musyawarah mufakat yang semestinya menjadi dasar dalam forum koalisi.
“Sangat disayangkan. Harusnya jika memang dalam konteks demokrasi, musyawarah mufakat artinya harus ideal. Tapi itu sudah berlalu. Dalam setiap poinnya itu tetap dilanjutkan,” ungkap Dirga.
Karena keberatan tersebut tidak menemukan titik temu, NasDem akhirnya memutuskan meninggalkan forum atau walk out.
“Sehingga kami putuskan walk out,” pungkasnya. (*)






