Mamuju, Mesakada.com — Pemerintah Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Mamuju, mengusulkan warga kurang mampu di wilayahnya untuk mendapatkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah pusat. Usulan tersebut disampaikan langsung aparat Desa Beru-Beru saat melakukan koordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar.
Dalam pertemuan itu, pemerintah desa menyerahkan dan membahas pendataan calon penerima BPBL berdasarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di lapangan.
Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Gilang mengatakan, usulan dari pemerintah desa tersebut akan diproses untuk selanjutnya diteruskan ke Kementerian ESDM.
“Koordinasi dari tingkat desa sangat kami butuhkan untuk memastikan data calon penerima benar-benar tepat sasaran. Kami akan memproses usulan ini dan melanjutkannya ke usulan ke Kementerian ESDM,” kata Gilang.
Menurut Gilang, BPBL merupakan program pemerintah pusat untuk membantu rumah tangga kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri sekaligus memperluas akses listrik masyarakat di wilayah pedesaan.
Dinas ESDM Sulbar saat ini telah menghimpun sekitar 19.000 data usulan calon penerima BPBL dari berbagai kabupaten di Sulbar untuk diajukan ke pemerintah pusat.
Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, meminta seluruh pemerintah desa dan kelurahan aktif mengusulkan warganya yang memenuhi kriteria penerima bantuan.
“Program BPBL adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan tidak ada warga Sulbar yang tertinggal dari akses energi. Kami di Dinas ESDM berharap pemerintah desa dan kelurahan peduli dengan masyarakatnya untuk diusulkan dalam program BPBL,” ujar Bujaeramy.
Ia mengungkapkan, dari total 648 desa se-Sulbar, baru sekitar 250 desa yang telah mengusulkan calon penerima BPBL.
“Karena hingga saat ini baru 250 desa yang sudah mengusulkan dari total 648 desa se-Sulbar,” katanya.
Bujaeramy menegaskan, percepatan usulan dari desa dan kelurahan menjadi penting agar masyarakat yang belum menikmati akses listrik dapat segera masuk dalam pendataan dan mendapatkan intervensi pemerintah.
“Listrik adalah pintu masuk bagi berbagai kemajuan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi produktif. Karena itu, kami tidak akan berhenti berupaya memperluas akses listrik bagi seluruh lapisan masyarakat Sulbar,” tegasnya.
Untuk Desa Beru-Beru, akses listrik juga dinilai penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian dan kegiatan ekonomi produktif lainnya.
Gilang berharap koordinasi antara pemerintah desa dan Dinas ESDM terus dilakukan sehingga semakin banyak masyarakat kurang mampu yang dapat diusulkan dalam program BPBL.
“Kami berharap koordinasi seperti ini terus berlanjut, sehingga program bantuan listrik gratis dapat menjangkau seluruh masyarakat Sulbar yang membutuhkan,” tambahnya. (*)






