Wonomulyo, Mesakada.com – Camat Wonomulyo, Samiaji meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman), menambah armada truk pengangkut sampah di wilayahnya. Saat ini, Kecamatan Wonomulyo hanya memiliki tiga unit truk, sementara volume sampah yang dihasilkan setiap hari cukup besar.
Samiaji mengatakan idealnya jumlah truk pengangkut sampah di Wonomulyo ditambah menjadi sedikitnya lima unit untuk mengatasi tingginya volume sampah, khususnya di kawasan Pasar Tradisional Wonomulyo.
“Untuk di Wonomulyo saja ini ada tiga ya. Sementara sampah di Wono kan luar biasa. Makanya saya pernah bermohon juga ke kabupaten, kalau bisa ya paling tidak Wono ini ada lima unit. Ya, karena volume sampah luar biasa,” pungkasnya kepada Mesakada.com, Rabu (2/9/2026).
Menurut Samiaji, penambahan armada tersebut diperlukan karena produksi sampah di Wonomulyo bisa mencapai tiga ton bahkan lebih setiap harinya. Kondisi ini membuat tiga unit truk yang tersedia belum mampu mengangkut seluruh sampah secara maksimal.
“Setiap harinya itu, bisa sampai tiga ton bahkan lebih dari itu,” katanya.
Ia menilai persoalan keterbatasan armada menjadi salah satu faktor yang membuat pengangkutan sampah di Wonomulyo belum maksimal. Terlebih, sampah yang masuk ke kawasan pasar tidak hanya berasal dari aktivitas pedagang, tetapi juga dari rumah tangga warga sekitar.
“Bukan cuman pedagang tapi masyarakat setempat membuang di pasar. Sampah yang dibuang itu kan sampah rumah tangga,” ungkapnya.
Samiaji mengatakan pihak kecamatan sebenarnya tidak mengabaikan persoalan sampah yang berada di kawasan pasar. Menurutnya, sampah di lokasi tersebut telah diangkut oleh personel pengangkut sampah sehari sebelum pemberitaan mengenai tumpukan sampah kembali mencuat di media sosial.
“Sebenarnya kami tidak abaikan sampah yang berada di pasar. Bukan. Kemarin sudah diambil,” ujarnya.
Selain meminta penambahan armada, Samiaji sebelumnya juga telah menyarankan agar pengelolaan sampah dilakukan dengan sistem berlangganan. Sampah, termasuk sampah sayuran dan plastik, nantinya dapat dijemput oleh petugas.
Namun, kata dia, masyarakat menginginkan sampah dijemput setiap hari. Dengan keterbatasan armada yang ada saat ini, permintaan tersebut dinilai sulit dipenuhi.
“Alasan mereka tidak ada tempat, tidak ada ini. Padahal saya sudah sarankan bagaimana kalau berlanggananki, nanti dijemput sampahnya. Cuman mereka juga mintanya setiap hari dijemput. Kan kita nggak mampu,” ujarnya.
Samiaji berharap pemerintah daerah dapat merealisasikan penambahan armada truk pengangkut sampah di Wonomulyo. Menurutnya, tambahan minimal dua unit truk akan membantu mempercepat pengangkutan sampah dan mengurangi tumpukan di kawasan pasar.
(ifn/ajs)





