Mamuju, Mesakada.com – Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mengaku tidak berani memasang target terkait penurunan angka stunting di Mamuju. Ia memilih realistis dengan mendorong agar angka stunting setidaknya dapat terus mengalami penurunan.
Sutinah mengatakan, pengalaman sebelumnya membuatnya lebih berhati-hati dalam menetapkan target. Sebab, ketika angka penurunan ditargetkan, hasilnya justru bisa berbalik mengalami peningkatan.
“Saya tidak berani menargetkan, karena ini saya targetkan turun malah naik. Jadi makanya kita minimal turun lah,” kata Sutinah, Sabtu (8/8/2026).
Untuk mencapai penurunan tersebut, Pemkab Mamuju terus mendorong intervensi langsung terhadap anak-anak yang mengalami stunting. Salah satunya melalui program Grebek Stunting dengan mendatangi orang tua yang memiliki anak balita.
Program tersebut sekaligus mendorong orang tua agar rutin membawa anaknya ke Posyandu setiap bulan untuk ditimbang dan dipantau pertumbuhannya.
Menurut Sutinah, kunjungan ke Posyandu menjadi penting karena pemerintah dapat lebih cepat mengetahui anak yang mengalami masalah pertumbuhan dan segera memberikan intervensi.
“Mudah-mudahan Grebek Stunting ini bisa dijalankan lagi sehingga angka kunjungan ke Posyandu itu bisa semakin meningkat, karena cuma 50 persen,” ujarnya.
Selain Grebek Stunting, Sutinah juga menyebut program anak asuh stunting mulai menunjukkan hasil. Sejumlah anak yang sebelumnya masuk kategori stunting disebut telah berhasil keluar dari kondisi tersebut.
“Anak asuh stunting saya alhamdulillah sudah ada beberapa yang keluar dari stunting,” ungkapnya. (*)






