Mamuju, Mesakada.com – Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi mengaku geram lantaran tambahan anggaran Rp 100 juta per kelurahan sebagaiamana janji politiknya, justru dipakai beli alat tulis kantor (ATK), biaya perjalanan dinas dan kegiatan yang tidak semestinya di kelurahan.
Sutinah mengatakan, anggaran Rp 100 juta tersebut merupakan janji politiknya yang telah direalisasikan. Anggaran itu dimaksudkan untuk membantu kelurahan menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan.
Namun, Sutinah mendapat laporan adanya lurah yang justru menggunakan anggaran tersebut di luar peruntukan.
“Saya dapat laporan, janji politik saya kan saya memberikan Rp 100 juta di setiap kelurahan. Saya sudah laksanakan. Tapi saya dapat laporan bahwa anggaran Rp100 juta itu malah dipakai beli ATK sama lurah,” kata Sutinah, saat kegiatan sosialisasi anti korupsi, di Kantor Bupati Mamuju, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, tambahan anggaran tersebut seharusnya diarahkan untuk kebutuhan yang langsung dirasakan masyarakat. Bukan untuk belanja rutin perkantoran maupun perjalanan dinas.
“Saya memberikan tambahan anggaran Rp 100 juta untuk bagaimana menyelesaikan persoalan di kelurahan, bukan beli ATK, perjalanan dinas,” tegasnya.
Sutinah meminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mamuju memperketat proses asistensi terhadap penggunaan anggaran di tingkat kelurahan. Ia meminta setiap rencana penggunaan anggaran diperiksa secara detail agar tidak melenceng dari tujuan awal program.
“Jadi BPKAD harus betul-betul melihat pada saat asistensi, lihat betul, dipelototi itu pada saat asistensi,” ujarnya.







