Bontang, Mesakada.com – Petani di Kota Bontang yang belum memiliki kelompok tani atau belum terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) dapat meminta pendampingan kepada penyuluh pertanian. Fasilitasi ini menjadi salah satu layanan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang untuk memperkuat kelembagaan petani.
Kepala Bidang Pertanian DKP3 Bontang, Al-Fadli, menjelaskan pendaftaran kelompok tani menjadi langkah penting untuk memastikan petani terdata sekaligus memudahkan pemerintah mengidentifikasi kebutuhan dan kendala usaha tani di lapangan.
“Yang belum terdaftar jangan kecil hati, Bapak-Ibu semuanya, tapi kita bantu untuk daftar di Simluhtan dulu,” ujar Fadli dalam Forum Konsultasi Publik DKP3 Bontang 2026, Selasa (13/10/2026).
Ia menerangkan, proses pembentukan kelompok tani diawali dengan koordinasi bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL). Penyuluh akan membantu mengidentifikasi potensi wilayah, jumlah petani, serta kondisi sosial ekonomi calon anggota kelompok.
Selanjutnya, petani berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan menggelar musyawarah untuk menyepakati nama kelompok serta menentukan susunan kepengurusan. Tahapan ini diperlukan agar pembentukan kelompok berjalan sesuai prosedur.
Dari sisi administrasi, calon kelompok tani perlu menyiapkan berita acara pembentukan, daftar anggota, dan salinan kartu tanda penduduk (KTP). Dokumen tersebut kemudian diserahkan kepada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk pemeriksaan administrasi dan verifikasi lapangan.
Setelah persyaratan terpenuhi, penyuluh memasukkan data kelompok ke dalam Simluhtan milik Kementerian Pertanian agar tercatat secara resmi. Pendataan ini juga menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun program pertanian sesuai kondisi dan kebutuhan petani.
“Jangan sampai kami sudah merencanakan, tapi tidak sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh Bapak-bapak semuanya,” katanya.
Setelah terbentuk, kelompok tani dapat memperoleh pembinaan dan evaluasi secara berkala, termasuk penilaian kelas kelompok yang terdiri atas pemula, lanjut, madya, hingga utama. Keberadaan kelompok diharapkan memperkuat koordinasi antarpetani sekaligus mendukung kegiatan produksi pertanian.
Melalui layanan pendaftaran dan pendampingan tersebut, DKP3 Bontang mendorong petani membangun kelembagaan yang tertib dan terdata. Dengan data yang sesuai kondisi lapangan, kebutuhan petani diharapkan lebih mudah diidentifikasi sehingga program pembinaan maupun bantuan pertanian dapat direncanakan secara tepat sasaran. (ADV)







