Mamuju, Mesakada.com — Banjir yang terjadi akibat hujan yang turun tanpa jeda semalaman, ikut menghantam instalasi air milik PDAM Tirta Manakarra, Mamuju.
Air meluap hingga merendam instalasi yang selama ini menjadi sumber aliran air bersih bagi warga. Ketika banjir dan longsor menghantam, Instalasi Katapi 1, 2, dan 3, Instalasi So’do, Instalasi Pati’di 2, dan Instalasi Tahaya-Haya seolah menyerah, tenggelam dalam diam.
Di sisi lain, keran-keran warga mendadak kering. Bak penampungan air kosong, menanti aliran yang tak kunjung datang. Ketidakpastian menggantung di udara. Namun, usaha terus berjalan, meski penuh tantangan.
“Kami sedang melakukan pembersihan dan perbaikan sejak malam tadi,” tulis pihak PDAM dalam pesan resmi, membawa sedikit kelegaan di tengah kecemasan.
Meski instalasi belum sepenuhnya pulih, usaha tak terhenti. Dengan debit air yang terbatas, PDAM terus berupaya memenuhi kebutuhan warga.
Di jalanan, mobil tangki berkeliling, membawa air menuju wilayah-wilayah yang terdampak. Mereka bekerja bergiliran, memastikan setetes demi setetes air tetap mengalir di tengah bencana yang menguji. (*)





