Mamuju, Mesakada.com — Ekspansi AZKO ke Kabupaten Mamuju tidak hanya ditandai dengan pembukaan toko pertama di Sulbar, tetapi juga melibatkan tenaga kerja lokal dalam operasionalnya. AZKO menyebut lebih dari 75 persen karyawan yang bekerja di gerai Mamuju merupakan putra-putri Mamuju dan Sulbar secara umum.
Kehadiran AZKO di Kecamatan Simboro menjadi langkah perdana perusahaan memasuki pasar Sulbar. Secara nasional, AZKO kini memiliki 282 toko yang tersebar di 102 kota, dengan 19 toko di Pulau Sulawesi.
AZKO Sales Operations Director, Rinekso Widyanto mengatakan, penggunaan tenaga kerja lokal merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat setempat.
“Mamuju menjadi kota yang spesial bagi kami karena kehadiran ini menandai langkah pertama AZKO memasuki Provinsi Sulawesi Barat,” kata Rinekso, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, perusahaan tidak hanya ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat melalui keterlibatan masyarakat lokal dalam operasional bisnis.
“Komitmen tersebut salah satunya kami wujudkan melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal, dengan lebih dari 75% karyawan AZKO Mamuju merupakan putra-putri Mamuju dan Sulawesi Barat,” ujarnya.
AZKO Mamuju menyediakan berbagai kebutuhan rumah dan gaya hidup, mulai dari perlengkapan kamar tidur, kamar mandi, dapur dan ruang kerja hingga perlengkapan outdoor, olahraga dan home improvement.
Selain membuka lapangan kerja, AZKO juga membawa program sosial dalam momentum pembukaannya. Perusahaan memberikan perlengkapan kebersihan kepada Masjid At-Taqwa Simbuang Mamuju.
Tim AZKO Mamuju juga akan terlibat dalam kegiatan bersih-bersih area masjid sebagai bagian dari kegiatan sosial perusahaan.
Kehadiran AZKO di Mamuju diharapkan tidak hanya memperluas jaringan bisnis perusahaan, tetapi juga memberikan dampak langsung melalui keterlibatan tenaga kerja dan masyarakat lokal.
Di lokasi yang sama, masyarakat Mamuju juga dapat menemukan Chatime x Cupbop yang untuk pertama kalinya hadir di Sulbar.
Kehadiran dua brand tersebut membuat kawasan tersebut menjadi salah satu titik baru bagi masyarakat Mamuju untuk mengakses kebutuhan rumah tangga sekaligus pilihan kuliner kekinian. (*)







