Ada 21 Ribu Balita Stunting di Sulbar, RSUD Mamuju Siapkan Layanan Rujukan

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Pemprov Sulbar terus memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan stunting sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran layanan rujukan stunting di RSUD Mamuju, Senin, 22 Desember 2025.

Berdasarkan data status gizi Provinsi Sulawesi Barat per November 2025, persoalan stunting masih menjadi tantangan serius. Dari total 112.307 sasaran balita, baru 79.612 balita atau 75,13 persen yang telah dilakukan pengukuran status gizi.

Dari hasil pengukuran tersebut, tercatat 21.713 balita mengalami stunting atau mencapai 27,27 persen, angka yang menunjukkan lebih dari seperempat balita Sulawesi Barat tumbuh tidak optimal. Selain itu, sebanyak 4.637 balita atau 5,82 persen mengalami wasting, serta 14.860 balita atau 18,67 persen masuk kategori underweight.

“Stunting adalah tentang kecerdasan, produktivitas, dan daya saing generasi kita di masa depan. Anak yang hari ini tidak tertangani dengan baik berisiko menjadi generasi yang tertinggal esok hari,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim , kemarin.

Menurutnya, tingginya angka stunting yang masih berada di kisaran 27 persen menjadi alarm bagi semua pihak untuk bekerja lebih cepat dan lebih terintegrasi. “Di balik data ini ada wajah anak-anak kita, ada harapan orang tua, dan ada tanggung jawab besar pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sebagai langkah strategis menekan angka stunting tersebut, Pemprov Sulbar terus mendorong program Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Terpadu (PASTI PADU), sebuah gerakan kolaboratif lintas sektor yang melibatkan OPD terkait, TP PKK, TNI–Polri, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa.

Peluncuran layanan rujukan stunting di RSUD Mamuju menjadi bagian penting dari upaya menurunkan angka stunting, khususnya dalam memperkuat layanan rujukan bagi balita stunting dengan komplikasi dan risiko tinggi yang tidak dapat ditangani di layanan kesehatan dasar.

Adapun layanan rujukan stunting di RSUD Mamuju meliputi pemeriksaan dan penanganan balita stunting dan wasting dengan komplikasi, layanan kesehatan ibu hamil berisiko tinggi, konsultasi gizi dan edukasi keluarga, pemantauan tumbuh kembang anak secara terintegrasi, serta penguatan koordinasi rujukan dengan puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap, dengan dukungan penuh gubernur dan seluruh pemangku kepentingan, layanan rujukan ini mampu menekan angka stunting secara signifikan dan memberikan dampak nyata dalam mewujudkan anak-anak SulbarBarat yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sejalan dengan Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.