Mamuju, Mesakada.com — Potret kemiskinan di Sulbar, masih menyisakan keprihatinan mendalam. Dari total 155,91 ribu penduduk miskin, sebagian besar tinggal di desa, berpendidikan rendah, dan didominasi kepala rumah tangga perempuan.
“Secara absolut, jumlah penduduk miskin mencapai 155,91 ribu jiwa, yang tersebar pada kawasan perdesaan sebanyak 84,25 persen atau 131,36 ribu jiwa, dan kawasan perkotaan sebesar 15,75 persen atau 24,55 ribu jiwa,” kata Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, Rabu 18 Juni.
Yang mencemaskan, dari karakteristik Kepala Rumah Tangga (KRT) miskin di Sulbar, 14,36 persen adalah perempuan, 11,08 persen tidak bisa baca tulis, dan 67,23 persen hanya berpendidikan SD atau sederajat ke bawah. Mayoritas dari mereka, yakni 70,80 persen, menggantungkan hidup di sektor informal yang rentan secara ekonomi.
Fakta ini menunjukkan bahwa kemiskinan di Sulbar bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut ketimpangan pendidikan dan kesetaraan gender.
Sebagai upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, Pemprov Sulbar meluncurkan sejumlah program berbasis tiga pendekatan utama:
Yakni, pengurangan beban pengeluaran masyarakat. Program ini seperti bantuan sosial KUBE Fakir Miskin, PKH, subsidi listrik, iuran PBI, beasiswa untuk siswa kurang mampu, dan perlengkapan sekolah.
Kemudian, peningkatan pendapatan melalui bantuan usaha ekonomi produktif (UEP), dukungan sarana perikanan dan perkebunan, program padat karya, pelatihan keterampilan teknis, serta bantuan alat usaha untuk UMKM.
Dan penurunan kantong kemiskinan, lewat pembangunan drainase dan jalan permukiman, penyediaan air bersih, hingga bantuan rumah untuk korban bencana. (*)




