14 Jembatan Perintis Dibangun Kodim 1402/Polman, 12 Sudah Rampung

oleh
oleh

Polewali, Mesakada.com – Kodim 1402/Polewali Mandar (Polman) terus membuka akses masyarakat di wilayah terpencil melalui pembangunan jembatan perintis di sejumlah wilayah di Polman. Hingga September 2026, tercatat sebanyak 14 jembatan telah dibangun .

Dari jumlah tersebut, 12 jembatan telah rampung dikerjakan, sementara dua lainnya masih dalam proses pembangunan. Pengerjaan setiap jembatan ditargetkan berlangsung selama 30 hari kalender. Selain 14 jembatan tersebut, Kodim 1402/Polman juga mendapat tambahan tujuh titik pembangunan jembatan pada September 2026.

Dandim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin mengatakan, tambahan tujuh titik tersebut merupakan program strategis pemerintah yang anggarannya bersumber langsung dari pemerintah pusat.

“Tujuh jembatan ini ditarget selesai sekitar satu bulan atau paling lambat pada akhir September 2026,” kata Ikhwan saat ditemui di Markas Kodim 1402/Polman, Jumat (11/9/2026).

Menurut Letkol Inf Ikhwan, percepatan pengerjaan dilakukan karena personel Kodim memiliki pengalaman dalam pembangunan jembatan perintis. Pengerjaan juga dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU), terutama dalam perencanaan dan penyusunan gambar teknis.

“Normalnya, kalau kita satu bulan. Kalau orang biasa bisa dua, tiga bulan,” ujarnya.

Ia memastikan pembangunan tetap mengacu pada standar teknis dan regulasi yang berlaku. Hal itu karena jembatan yang dibangun ditujukan sebagai akses awal bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya belum memiliki penghubung.

“Insya Allah ini sesuai dengan spek standar karena kan kita bekerja sama dengan orang PU. Gambarnya orang PU yang kerja. Jadi kualitasnya bisa dijamin, Insyaallah bisa teruji. Jadi semoga tidak ada kejadian. Karena ini sifatnya jembatan perintis,” jelasnya.

Untuk jembatan beton, kapasitas maksimal yang dirancang sekitar lima ton. Sementara jembatan gantung diperuntukkan bagi pejalan kaki dengan kapasitas terbatas.

“Namanya jembatan perintis, sebelumnya memang tidak ada jembatan. Ini dibuat agar masyarakat punya akses,” katanya.

Letkol Inf Ikhwan mengatakan, penentuan lokasi pembangunan juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Salah satu titik yang menjadi sasaran berada di Piriang Tapiko, yang menurutnya selama ini menjadi salah satu wilayah dengan akses yang sulit.

“Berdasarkan permintaan masyarakat. Salah satunya di Piriang Tapiko, saya pernah menyeberang di situ,” pungkasnya.

Untuk dua jembatan yang masih dalam pengerjaan, Ikhwan memastikan tidak terdapat kendala teknis. Pekerjaan masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Khusus jembatan gantung, setelah konstruksi selesai masih membutuhkan waktu sekitar 21 hari untuk proses pengeringan sebelum dapat digunakan masyarakat. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.