Mamuju, Mesakada.com — Warga Desa Batupapan, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, mengeluhkan pemadaman listrik yang kerap terjadi pada malam hari. Pemadaman tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan UMKM.
Salah seorang warga, Al Kadri, mengatakan pemadaman listrik kembali terjadi pada Jumat (6/11/2026) malam hingga Sabtu (7/11/2026) dini hari. Menurutnya, listrik mulai padam sekitar pukul 19.00 WITA dan baru kembali menyala sekitar pukul 01.30 WITA. Artinya, warga harus menunggu sekitar enam setengah jam tanpa aliran listrik.
“Tanggal 6 sebelum jam 7 malam padam dan menyala setengah 2 subuh,” kata Al Kadri.
Ia menyebut pemadaman tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, pemadaman justru lebih sering berlangsung pada malam hari, sementara pada siang hari tidak pernah terjadi.
Al Kadri mengaku tidak memiliki usaha yang terdampak langsung. Namun, ia menilai kondisi tersebut berpotensi merugikan pelaku UMKM, seperti penjual minuman dingin, pedagang kecil, dan usaha lainnya yang bergantung pada pasokan listrik.
“Kalau usaha saya tidak ada, tapi saya rasa bagi UMKM merasa dirugikan seperti penjual box minuman, pedagang kecil dan sebagainya,” ujarnya.
Ia berharap jika pemadaman memang dilakukan secara bergilir, PLN dapat mengatur jadwal secara bergantian sehingga masyarakat tidak terus-menerus mengalami pemadaman pada malam hari.
Selain itu, ia meminta PLN memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab pemadaman listrik yang masih terjadi hingga saat ini.
“Apakah pihak PLN sudah pernah mengeluarkan surat atau penyampaian mengapa sampai sekarang masih ada pemadaman bergilir? Kita masyarakat perlu tahu juga alasannya supaya tidak lagi bertanya-tanya,” katanya.
Al Kadri juga meminta PLN konsisten menjalankan jadwal pemadaman apabila memang ada pemadaman bergilir. Sebab, masyarakat memiliki berbagai aktivitas dan rencana yang perlu disesuaikan dengan ketersediaan listrik. (*)





