Tim Gabungan Tidak Temukan Elpiji 3 Kg Dijual di Atas Rp 18.500 Saat Sidak di Mamuju

oleh

Mamuju, Mesakada.com – Tim gabungan tidak menemukan pangkalan yang jual gas elpiji 3 Kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 18.500 saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Mamuju. Begitu juga ketersediaan stok yang masih dianggap normal. 

Tim gabungan itu terdiri dari Tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar, Dinas Perdagangan (Disdag) Mamuju dan Biro Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Sulbar. Sidak dilakukan untuk mencegah kelangkaan, penimbunan, serta penjualan di atas HET menjelang perayaan Imlek dan Ramadan 2026.

Kepala Bidang Energi, ESDM Sulbar, Andi Rahmat menekankan, urgensi sidak karena tahun-tahun sebelumnya permintaan elpiji 3 kg meningkat signifikan saat hari besar keagamaan dan berpotensi memicu kelangkaan jika tidak diantisipasi sejak dini.  

“Tim memeriksa stok, distribusi, administrasi penyaluran, dan harga jual tetap Rp 18.500 per tabung di pangkalan resmi, dan diimbau mematuhi aturan agar subsidi tepat sasaran,” kata Andi Rahmat, Jumat (13/2/2026). 

Sidak ini juga merupakan tindak lanjut sejauh mana PT Pertamina Patra Niaga menidaklanjuti surat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar , yang menyampaikan permohonan resmi penambahan pasokan elpiji 3 kg ke Pertamina Makassar. 

“Permohonan ini merespons proyeksi lonjakan kebutuhan hingga 20-30 persen jelang Imlek dan Ramadan, dengan data distribusi agen lokal sebagai dasar. Pertamina diharapkan merespons cepat untuk antisipasi kekurangan,” bebernya. 

Menurut dia, sidak menunjukkan bahwa pada beberapa pangkalan, elpiji 3 kg telah ada peningkatan pasokan secara signifikan dibandingkan kondisi biasanya. 

“Stok saat ini aman dan distribusi lancar tanpa antrean panjang, tidak ditemukan penimbunan atau kenaikan harga ilegal di atas Rp 18.500. Pengawasan akan terus diperketat hingga Lebaran,” jelasnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.