Mamuju, Mesakada.com — Pemprov Sulbar terus menunjukkan komitmennya dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya seleksi calon olahragawan berbakat yang digelar oleh UPTD Satuan Pembinaan Olahraga Nasional (SPOBNAS) Sulbar.
Kepala UPTD SPOBNAS Sulbar, Muhammad Sabir, menyampaikan bahwa kegiatan seleksi berlangsung selama dua hari di dua lokasi berbeda, yakni di ruang fitnes SPOBNAS dan di Pantai Arteri Mamuju untuk cabang olahraga dayung.
“Proses penjaringan diawali dengan pengiriman surat ke sejumlah sekolah di Sulbar. Melalui surat tersebut, pihak sekolah diminta merekomendasikan siswa yang dinilai memiliki bakat dan potensi untuk dibina menjadi atlet berprestasi di SPOBNAS,” ujar Sabir, Kamis (19/2/2026).
Upaya ini selaras dengan misi pembangunan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk di bidang olahraga. Melalui pembinaan yang terarah dan seleksi yang terukur, pemerintah daerah berharap dapat mencetak generasi muda berprestasi dan mampu bersaing di berbagai ajang.
Pada sesi pertama seleksi, terdapat tiga cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni dayung, karate, dan panahan. Sebanyak 15 peserta mengikuti proses seleksi yang ditangani langsung oleh tiga pelatih: Syamsul, Herman, dan Anisa. Kegiatan tersebut juga didampingi oleh Nahar serta A. Syayid Ilyas dari Dispoparekraf Sulbar.
Dari hasil seleksi, tiga calon atlet berbakat dinyatakan lolos. Minimnya jumlah peserta yang terjaring dipengaruhi dua faktor utama. Pertama, standar kelulusan yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia tahun ini lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kedua, terdapat cabang olahraga yang harus didegradasi karena tidak memenuhi kriteria DBON (Desain Besar Olahraga Nasional) yang telah ditetapkan pemerintah.
Secara terpisah, Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan berkelanjutan melalui UPTD SPOBNAS Sulbar.
“Proses seleksi ini bukan sekadar tahapan administratif, tetapi menjadi pintu awal dalam menjaring atlet-atlet potensial yang memiliki bakat, disiplin, dan semangat berprestasi. Melalui proses yang objektif dan transparan, kami ingin memastikan pembinaan berjalan efektif sehingga mampu mencetak atlet berprestasi hingga ke tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” tegas Bau Akram.
Ia juga menekankan agar seluruh panitia semakin mengoptimalkan dan menyempurnakan aspek persiapan. Menurutnya, tahapan ini memiliki urgensi strategis dalam memastikan atlet-atlet terbaik Sulbar siap dibina secara sistematis dan diproyeksikan menuju ajang kompetitif yang lebih bergengsi.
Seleksi tahap kedua direncanakan berlangsung pada April 2026 mendatang, dengan cabang olahraga dayung, panahan, dan atletik. Melalui tahapan yang ketat dan terukur, diharapkan lahir bibit-bibit unggul yang siap membawa nama Sulbar bersaing di level yang lebih tinggi. (rls)







