Mamuju, Mesakada.com — Pengembangan logam tanah jarang (LTJ) di Mamuju, membutuhkan kajian ilmiah yang menyeluruh untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan dengan memperhatikan keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Mineral Bukan Logam dan Batuan (APMBLB) Sulbar, Arman Supriadi mengingatkan, pentingnya kehati-hatian dalam pengembangan mineral strategis tersebut. Menurutnya, potensi ekonomi LTJ tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kajian dan pengawasan.
“Pengembangan LTJ harus dilakukan secara hati-hati dan transparan. Semua keputusan harus didasarkan pada data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Arman, Senin (19/10/2026).
Perhatian terhadap aspek lingkungan menjadi penting karena sejumlah wilayah di Mamuju memiliki catatan geologi terkait uranium dan torium yang dapat berasosiasi dengan batuan pembawa LTJ. Kondisi tersebut membutuhkan penelitian untuk mengetahui karakteristik mineral dan potensi risiko yang mungkin muncul dalam kegiatan pengolahan.
Keberadaan uranium dan torium tidak serta-merta membuktikan bahwa kegiatan eksplorasi atau pertambangan akan membahayakan masyarakat. Risiko harus dinilai berdasarkan konsentrasi, bentuk mineral, tingkat paparan, metode pengolahan, serta cara penanganan material.
Karena itu, penelitian geologi dan pengujian laboratorium perlu menjadi dasar dalam menentukan langkah pengelolaan. Kajian juga perlu memperhatikan kemungkinan dampak terhadap air, tanah, udara, dan lingkungan permukiman di sekitar wilayah kegiatan.
Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan dokumen lingkungan tersedia sesuai ketentuan serta membuka informasi yang relevan kepada masyarakat. Pengawasan oleh instansi berwenang dan tenaga ahli yang kompeten juga diperlukan agar risiko dapat diidentifikasi dan dikendalikan sejak dini.
Masyarakat sipil dan organisasi yang menyampaikan kekhawatiran terhadap pengembangan LTJ juga perlu memperoleh ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan keberatan. Respons terhadap kekhawatiran tersebut sebaiknya diberikan melalui data, hasil penelitian, dan penjelasan teknis yang dapat diuji. (*)






