Mamuju, Mesakada.com — Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin menetapkan Sulbar status siaga Bencana Hidrometeorologi dan ancaman Gempa Megathrust selama. 131 hari atau hingga Maret 2025.
Status tersebut tertuang dalam SK Gubernur Sulbar Nomor 1334 Tahun 2024 tentang penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah dan ancaman gempa megathrust.
Menurut Bahtiar, status siaga tersebut ditetapkan atas dasar kondisi musim yang sudah memasuki musim hujan. Perlu antisipasi agar bencana hidrometeorologi tidak terlalu berdampak pada masyarakat.
“Statusnya siaga karena kita dihadapkan pada situasi dan kondisi hujan deras terus-menerus dan saya mengalami langsung saat kunjungan ke Nosu,Mamasa, ada longsor,” kata Bahtiar, saat dikonfirmasi, Minggu 24 November.
Memang, lanjut dia, wilayah Sulbar banyak terdapat potensi longsor dan bencana alam lain. Apalagi Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Sulbar menjadi tertinggi di Indonesia.
“Inikan namanya kesiapsiagaan, hari Senin (besok) juga kita akan apel kesiapsiagaan. Memang Sulbar ini memiliki keterbatasan,” pungkasnya. (*)






