“Melalui pemberian pangan kaya energi dan protein hewani seperti daging, telur, dan susu, kami berharap bisa meningkatkan status gizi dan imunitas masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor agar program ini berjalan efektif. Dukungan dari camat, kepala puskesmas, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan kegiatan tersebut.
“Mari kita jalin kerja sama erat untuk memperkuat ketahanan pangan, terutama dalam penyediaan protein hewani yang bermutu,” pungkasnya.
Abd Waris juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kecamatan. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menuju kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi.
“Semoga program ini bukan hanya bantuan jangka pendek, tetapi menjadi pondasi membangun masyarakat yang sehat dan mandiri,” tutupnya. (*)






