Mamuju, Mesakada.com – Pemprov Sulbar terus memperkuat upaya penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem secara terpadu. Pemprov Sulbar telah menggelar pertemuan fasilitasi di Ruang Oval lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, melibatkan perusahaan perkebunan kelapa sawit sebagai mitra strategis.
Pertemuan yang dipimpin langsung Gubernur Sulbar Suhardi Duka itu difasilitasi oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar. Para pimpinan perusahaan perkebunan diminta berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) pada desa locus stunting dan kemiskinan sesuai wilayah kerja masing-masing.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Muh. Faizal Thamrin, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat capaian program.
“Perusahaan perkebunan memiliki potensi besar dalam mendukung program pemerintah, minimal lewat CSR yang diarahkan ke desa locus. Dengan sinergi semua pihak, target pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting dapat lebih cepat tercapai,” ujarnya.
Program pengungkit penanganan stunting di Sulbar meliputi intervensi sensitif, seperti penyediaan air bersih, sanitasi layak, serta bantuan sosial, hingga intervensi spesifik berupa pemantauan gizi ibu hamil dan balita. Adapun penanganan kemiskinan ekstrem difokuskan pada pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan lewat pelatihan dan usaha produktif, serta pembangunan sarana prasarana dasar di kantong-kantong kemiskinan.
Langkah kolaboratif ini sejalan dengan visi-misi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Sulbar.
Dengan keterlibatan aktif perusahaan perkebunan bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, Sulawesi Barat diharapkan lebih cepat mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (*)





