Pemprov Sulbar Dorong Ekonomi Biru Jadi Strategi Pembangunan

oleh

Mamuju, Mesakada.com – Pemprov Sulbar menempatkan pengembangan ekonomi biru sebagai strategi inti pembangunan daerah hingga tahun 2045. Konsep ini dipandang sebagai motor baru pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan daya saing Sulbar yang masih tertinggal dari rata-rata nasional.

Plt. Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) Bapperida Sulbar, Muh. Saleh, menegaskan hal itu saat mewakili Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, sebagai narasumber dalam Sandeq Business, Investment, and Economic (SAQBE) Forum 2025 yang digelar Bank Indonesia Sulbar di Grand Maleo Hotel, Kamis (25/9/2025).


“Target kita jelas, pada 2030 pertumbuhan ekonomi Sulbar diharapkan mencapai 7–8 persen. Optimalisasi sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu kunci untuk mencapainya,” ujar Saleh.

Menurutnya, meski ekonomi Sulbar sempat tumbuh 4,29 persen pada Triwulan II 2025, angka itu masih di bawah rata-rata nasional. Pertanian masih mendominasi PDRB dengan kontribusi 46,11 persen, terutama dari perkebunan sawit (22,90 persen). Namun, subsektor perikanan yang menyumbang 11,06 persen dinilai punya potensi besar untuk dikembangkan.

Dengan luas laut mencapai 19.848,56 km², garis pantai 663,02 km, serta 41 pulau termasuk 17 kawasan konservasi, Sulbar memiliki modal besar menuju ekonomi biru. Potensi itu didukung fasilitas pelabuhan perikanan, pabrik es, cold storage, serta komoditas unggulan seperti tuna, tongkol, cakalang, kerapu, kakap, layang, hingga udang vaname.

Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menambahkan bahwa pembangunan ekonomi biru telah masuk dalam RPJPD dan RPJMD Sulbar, dengan roadmap hingga 2045. Tahapannya meliputi penguatan fondasi, pembangunan sarana prasarana, hilirisasi dan diversifikasi, hingga ekspansi daya saing regional.

“Sulawesi Barat punya modal alam dan sosial yang luar biasa—laut yang luas, nelayan yang tangguh, dan komoditas unggulan yang kompetitif. Yang kami lakukan sekarang adalah memastikan seluruh potensi itu terintegrasi dalam kebijakan, investasi, dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari OPD, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat pesisir, untuk bersama-sama menjadikan ekonomi biru sebagai wajah baru pembangunan Sulbar. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.