Pemprov dan BI Sulbar Susun Strategi Kembangkan Pelabuhan di Sulbar 

oleh

Mamuju, Mesakada.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar menegaskan bahwa pengembangan pelabuhan merupakan kunci utama percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. 

Hal ini mengemuka dalam forum koordinasi lintas sektor bersama pemangku kepentingan nasional dan daerah yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulbar, Jumat (6/2/2026).

Penguatan infrastruktur pelabuhan dinilai sangat strategis karena menjadi pintu keluar-masuk logistik, penggerak kawasan industri, serta penentu daya saing Sulbar di jalur perdagangan regional. 

Upaya ini sejalan dengan arah pembangunan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menekankan pertumbuhan ekonomi inklusif, berkelanjutan, dan berbasis konektivitas wilayah.

Pertemuan di Ruang Baruga tersebut dihadiri Departemen Aset dan Perkantoran Bank Indonesia Pusat, Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, ASDP, Kantor Syahbandar, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara (DJPN), serta Bappeda Kabupaten Mamuju. 

Bapperida Sulbar diwakili Pelaksana Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Andi Muhammad Fachrul Odang, bersama Perencana Ahli Muda, Muhammad Attar.

Pelaksana Kabid Perekonomian dan SDA Bapperida Sulbar, Fachrul Odang, menjelaskan bahwa forum tersebut secara khusus membahas pengembangan Pelabuhan ASDP Simboro dan Pelabuhan Mamuju sebagai simpul utama distribusi barang dan jasa di Sulbar.

Menurutnya, tanpa pelabuhan yang andal dan terintegrasi, potensi sumber daya alam dan industri daerah tidak akan optimal.

“Pelabuhan bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi urat nadi ekonomi. Ia menentukan kelancaran logistik, biaya distribusi, hingga daya tarik investasi,” ujar Fachrul.

Selain pelabuhan, forum juga membahas pengembangan Kawasan Industri Belang-Belang, penataan zonasi sektor strategis, serta arah kebijakan tata ruang Kabupaten Mamuju.

Kendala pengembangan pelabuhan, rencana jangka panjang, dan kondisi jalan nasional yang menghubungkan kawasan produksi dengan pelabuhan turut menjadi perhatian serius.

Kawasan Industri Belang-Belang dipandang memiliki posisi sangat strategis karena berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II Selat Makassar. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pengolahan komoditas agro dan pertambangan, yang keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan pelabuhan yang efisien dan terhubung langsung dengan jaringan logistik nasional.

Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menegaskan bahwa pengembangan pelabuhan harus direncanakan secara terpadu dengan kawasan industri dan infrastruktur pendukung lainnya.

“Jika pelabuhan kuat, maka industri bergerak, distribusi lancar, dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi keharusan, bukan pilihan,” tegasnya.

Melalui forum koordinasi ini, para pemangku kepentingan sepakat memperkuat kolaborasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pelabuhan dan kawasan ekonomi secara berkelanjutan. Penguatan infrastruktur pelabuhan diharapkan menjadi fondasi utama percepatan pembangunan wilayah pesisir serta pengungkit pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat ke depan. (rls)

No More Posts Available.

No more pages to load.