Mamuju, Mesakada.com – Perkembangan sektor pariwisata di Provinsi Sulawesi Barat pada akhir 2025 menunjukkan tren yang semakin positif. Hal ini tercermin dari meningkatnya tingkat penghunian kamar (TPK) hotel, baik hotel berbintang maupun nonbintang, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas perjalanan.
Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Sulawesi Barat, Chitra Dewi Said, menyampaikan bahwa pada November 2025, TPK hotel berbintang tercatat sebesar 41,57 persen, mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan mulai menggeliatnya aktivitas menginap di hotel, terutama didorong oleh perjalanan dinas, kegiatan pemerintahan, serta aktivitas masyarakat menjelang akhir tahun.
“Meningkatnya tingkat penghunian kamar hotel menjadi salah satu indikasi bahwa aktivitas pariwisata dan perjalanan di Sulawesi Barat mulai kembali bergerak,” ujarnya, Senin 5 Januari 2026.
Selain hotel berbintang, hotel nonbintang juga mencatat peningkatan tingkat hunian. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kunjungan tidak hanya terjadi pada segmen tertentu, tetapi menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Dari sisi pergerakan wisatawan, pada November 2025 tercatat sebanyak 382.628 perjalanan wisatawan nusantara asal Sulawesi Barat, sementara jumlah perjalanan wisatawan nusantara menuju Sulawesi Barat mencapai 377.009 perjalanan.
Peningkatan aktivitas pariwisata tersebut sejalan dengan membaiknya kinerja sektor transportasi. Jumlah penumpang angkutan udara dan angkutan laut, baik yang datang maupun berangkat, tercatat mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kenaikan jumlah penumpang pesawat dan kapal laut menunjukkan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi. Ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan aktivitas ekonomi, khususnya sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata,” jelas Chitra.
Lebih lanjut, meningkatnya aktivitas transportasi tidak hanya mencerminkan perjalanan wisata, tetapi juga berkaitan dengan distribusi barang, perjalanan kerja, serta aktivitas sosial masyarakat. Dengan mobilitas yang semakin lancar, perputaran ekonomi daerah di Sulawesi Barat pun dinilai terus terdorong. (*)







