Mamuju, Mesakada.com — Kebijakan Panca Daya yang dirancang oleh Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) mulai menunjukkan efek nyata terhadap kinerja ekonomi daerah. Itu terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi Sulbar yang mencapai 5,83 persen pada triwulan III tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Gubernur Sulbar Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Hajrul Malik, Minggu 9 November. Menurutnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) telah menunjukkan capaian ekonomi Sulbar yang bergerak positif. Capaian tersebut adalah bukti kebijakan Pemprov Sulbar bermuara pada perbaikan ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi ini bukan hasil kebetulan, tapi buah dari arah pembangunan yang berpijak pada lima daya utama, pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, sumber daya unggul berkarakter, pembangunan infrastruktur dan ekologi berkelanjutan, serta tata kelola pemerintahan yang bersih,” ujar Hajrul.
Menurutnya, hasil ini menunjukkan bahwa Sulbar mulai menemukan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan sosial, di mana kebijakan diarahkan untuk menghidupkan potensi lokal dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Salah satu kebijakan yang mulai memberi dampak signifikan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menurut Hajrul akan menjadi salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026.
“MBG bukan sekadar program sosial. Ia adalah motor ekonomi baru. Tahun depan Sulbar mendapat alokasi Rp1,2 triliun. Saat ini 65 dapur MBG telah beroperasi, dan akan berkembang menjadi 200 dapur di 2026, termasuk wilayah 3T. Satu dapur saja membelanjakan sekitar Rp30 juta per hari, yang seluruhnya berputar di ekonomi lokal,” jelasnya.
Dengan semakin luasnya jangkauan MBG, rantai pasok pangan lokal akan bergerak lebih cepat dari petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM. Hal ini, lanjutnya, akan memperkuat dua daya utama dalam Panca Daya: pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan.
“Efek ganda MBG akan makin terasa di 2026. Tapi fondasi utamanya tetap Panca Daya, sebuah kerangka kerja pembangunan yang menumbuhkan daya saing ekonomi, memperkuat sumber daya manusia, menjaga lingkungan, dan menegakkan tata kelola yang bersih,” ujarnya.
Hajrul optimis bahwa dengan arah pembangunan yang konsisten, Sulbar dapat menembus pertumbuhan 6 persen pada triwulan IV tahun ini, mempertahankannya hingga pertengahan 2026, dan mencapai 6,8 persen pada awal 2027.
“Panca Daya kini mulai bekerja. MBG akan mempercepat efeknya. Kita bergerak menuju pertumbuhan yang berkualitas, yang menghidupkan ekonomi rakyat dan meneguhkan Sulbar sebagai daerah yang benar-benar berdaya,” tutupnya. (*)





