Tinambung, Mesakada.com — Kabut asap yang menyelimuti perairan Kabupaten Polman, mulai memukul penghasilan nelayan. Jarak pandang yang terbatas memaksa mereka mengurangi wilayah tangkapan ikan demi menghindari risiko kecelakaan hingga tersesat di tengah laut.
Kondisi tersebut dirasakan Agus (45), nelayan asal Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman. Ayah empat anak ini mengaku hasil tangkapannya merosot sejak kabut asap menyelimuti perairan Sulawesi Barat.
“Makurang sannalmi pak (tinggal sedikit). Biasa waktu normal dapat satu gabus (wadah styrofoam), sekarang sudah tidak bisa,” kata Agus saat ditemui di pesisir Pantai Karama, Senin (19/10/2026).
Menurut Agus, berkurangnya hasil tangkapan bukan semata karena sulitnya mendapatkan ikan, melainkan terbatasnya wilayah melaut akibat kabut asap yang menghalangi jarak pandang.
Dalam kondisi normal, ia biasa melaut hingga 10 sampai 20 mil dari daratan. Namun, sejak kabut asap menyelimuti perairan, Agus hanya berani menjangkau sekitar 5 hingga 7 mil.
“Marakkei tau karambo (takut jarak jauh) karena terbatas jarak pandang,” ujarnya.
Agus mengaku tidak berani mengambil risiko melaut lebih jauh. Selain ancaman kecelakaan, kabut asap juga membuat nelayan khawatir kehilangan arah saat berada di tengah laut.
Kekhawatiran itu semakin besar lantaran sebagian nelayan tradisional masih mengandalkan posisi matahari sebagai salah satu penunjuk arah, baik ketika mencari ikan maupun saat kembali ke daratan.
Ketika sinar matahari tertutup kabut asap, mereka kesulitan menentukan arah. Kondisi ini membuat nelayan harus lebih berhati-hati mengatur waktu keberangkatan dan kepulangan.
“Makanya kita berangkat pagi dan pulang setelah mau masuk sore, karena sinar matahari jadi penanda daratan,” tuturnya.
Di tengah kondisi tersebut, Agus berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap keselamatan nelayan tradisional, terutama melalui bantuan peralatan navigasi yang memadai.
Menurutnya, perangkat navigasi seperti Global Positioning System (GPS) sangat dibutuhkan agar nelayan tidak terus bergantung pada tanda-tanda alam untuk menentukan arah saat melaut.
“Kita harap ada bantuan GPS dari pemerintah,” harapnya.






