Mamuju, Mesakada.com — Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Mamuju mulai berdatangan. Dari total 52 manajer yang tercatat dalam data Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Mamuju, sebanyak 27 orang berasal dari wilayah Jabodetabek.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Mamuju, Ririn Tri Julianti mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dinas, sekitar 17 manajer telah melapor.
“Berdasarkan laporan yang masuk kepada kami, kemarin sekitar 17 orang yang sudah melapor,” kata Ririn saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10/2026).
Berdasarkan data dinas, 27 manajer dari Jabodetabek tersebut terdiri atas 15 orang dari Depok, enam orang dari Jakarta Selatan, empat orang dari Bogor, dan dua orang dari Jakarta Barat. Sementara itu, 25 manajer lainnya berasal dari Mamuju.
Ririn menyebut, manajer yang telah ditetapkan memiliki lokasi penempatan masing-masing sesuai wilayah tugasnya.
Namun, manajer yang belum datang kemungkinan berasal dari luar Pulau Sulawesi. Mereka diberi kesempatan mengajukan relokasi tempat tugas.
“Kami masih menunggu hasilnya. Informasinya, hasil tersebut akan keluar kembali besok (hari ini RED),” ujarnya.
Meski mulai berdatangan, penempatan manajer belum sepenuhnya diikuti kesiapan sarana operasional. Ririn menyebut, masih ada manajer yang telah tiba, tetapi bangunan koperasinya belum selesai.
Dinas mengarahkan manajer yang sudah melapor untuk memperkuat koordinasi dengan pengurus dan membangun kekompakan internal agar kegiatan usaha koperasi dapat berjalan.
Sebelumnya, Komandan Kodim 1418/Mamuju, Kolonel Arm Andang Radianto, menyebut sekitar 90 manajer KDKMP disiapkan untuk Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah. Saat itu, belum seluruh manajer siap datang ke wilayah penempatan karena sejumlah kendala, termasuk jarak dan pertimbangan kesehatan.
Sementara itu, Dinas Koperasi Mamuju sebelumnya mencatat, dari 101 KDKMP yang direncanakan, 47 unit telah rampung 100 persen, 43 unit masih dalam tahap pembangunan, dan 11 lainnya belum dapat dibangun karena terkendala lahan serta akses menuju wilayah terpencil. (*)






