Lulusan SMK di Sulbar Banyak Menganggur, Ini Faktornya!

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Tingginya angka pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sulbar pada Agustus 2024, disinyalir karena kurangnya lapangan pekerjaan di provinsi ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar, Irham Yakub, saat hadir dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi Sulbar, di Rujab Sekprov Sulbar, Kamis 7 November.

Menurut Irham, setiap tahun ada ribuan siswa SMK yang menamatkan pendidikannya. Dari ribuan siswa itu hanya segelintir yang bisa terserap di dunia kerja. Hal ini tentu menjadi masalah besar yang datang setiap tahun.

“Yang lulus ribuan tapi yang terserap di dunia kerja bisa di hitung jari. Sudah ada beberapa program dijalankan untuk mengurangi masalah itu,” kata Yakub.

Salah satunya, kata dia adalah, sekolah menjalin kerja sama dengan industri perusahaan sesuai jurusan di SMK. Termasuk menyesuaikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan perusahaan. Namun lagi-lagi kebijakan perusahaan tidak bisa sepenuhnya menyerap para alumni SMK.

“Sekarang kami juga sudah berkolaborasi dengan Disnaker. Baik di provinsi dan kabupaten. Setiap ada informasi terkait pasar kerja langsung diinfokan ke sekolah atau alumni,” ujar dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar merilis angka pengangguran di Sulbar pada bulan Agustus 2024 sebanyak 2,68 persen. Ada kenaikan 0,41 persen dari Agustus 2023. Pengangguran terbanyak berasal dari tamatan SMK.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, pengangguran laki-laki sebesar 2,04 persen. Sedangkan perempuan 3,69 persen. Pengangguran yang berada di kota sebesar 3,51 persen dan di desa 2,44 persen.

“TPT tamatan SMK masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 4,81 persen. Sementara itu, TPT yang paling rendah adalah pendidikan SD ke bawah, yaitu sebesar 1,36 persen,” kata Kepala BPS Sulbar, Tina Wahyufitri. (*).

Pengangguran Menurut Pendidikan
Di Bawah SD 1,36%
SMP 3,05%
SMA 4,49%
SMK 4,81%
Diploma 2,98%
Sarjana 2,51%

No More Posts Available.

No more pages to load.