Mamuju, Mesakada.com — Jumlah koperasi aktif di Sulbar tumbuh positif di tahun 2025. Pertumbuhan tersebut dipicu oleh kehadiran program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berkembang.
Hal ini disampaikan Tim Pengelola Data Sektoral Koperindag Sulbar, Masliah, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Publikasi Sulawesi Barat Dalam Angka 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar di Aula Kantor BPS Sulbar, Kamis (12/2/2026)
Masliah memaparkan bahwa jumlah koperasi aktif di Sulbar mengalami peningkatan signifikan di sejumlah daerah. Di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), jumlah koperasi aktif bertambah 175 unit atau tumbuh 134,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan serupa terjadi di Kabupaten Mamasa dengan penambahan 189 koperasi aktif, serta Kabupaten Mamuju Tengah yang meningkat 95,31 persen.
“Faktor utama lonjakan tersebut adalah implementasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mendorong pembentukan koperasi baru di tingkat desa dan kelurahan,” kata Masliah.
Ia menjelaskan, pertambahan jumlah koperasi aktif di beberapa kabupaten hampir sebanding dengan jumlah KDKMP yang terbentuk. Di Kabupaten Polewali Mandar, misalnya, dari total 175 koperasi aktif baru, sebanyak 167 di antaranya merupakan Koperasi Merah Putih. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah kabupaten lain di Sulbar.
Masliah menegaskan, program KDKMP menjadi motor penggerak penguatan ekonomi kerakyatan di daerah. Melalui koperasi desa, masyarakat memiliki wadah ekonomi yang lebih terstruktur, inklusif, dan berkelanjutan. (*)







