Mamuju, Mesakada.com – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfosip) Mamuju, Akhmad Taufiq mendorong Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) memperkuat perannya sebagai penyaring sekaligus penyebar informasi publik yang akurat dan bertanggung jawab.
Dorongan tersebut disampaikan Akhmad Taufiq saat membuka Pelatihan Manajemen Media Sosial dan Strategi Distribusi Konten bagi KIM se-Kabupaten Mamuju di Lantai 2 Kantor Bupati Mamuju, Kamis (24/9/2026).
Menurut Akhmad, posisi KIM semakin strategis karena aktivitas masyarakat di media sosial terus meningkat. KIM yang berada di tingkat desa dan kelurahan dinilai memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang beredar di tengah masyarakat telah melalui proses verifikasi.
“Anggota KIM harus kompeten dan mampu menjadi filter informasi publik guna membendung maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks di tengah masyarakat,” ujarnya.
Akhmad menyebut berdasarkan data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI), Kabupaten Mamuju berada di posisi kedua tertinggi di Sulawesi Barat dalam hal keaktifan bermedia sosial.
Tingginya aktivitas digital tersebut, kata dia, menjadi peluang bagi KIM untuk memperluas penyebaran informasi mengenai program pemerintah, potensi daerah serta perkembangan pembangunan di desa dan kelurahan.
Namun, ia mengingatkan aktivitas di media sosial juga harus diimbangi kemampuan memilah dan memverifikasi informasi. Setiap konten yang disebarluaskan, menurutnya, harus dapat dipertanggungjawabkan.
Akhmad mencontohkan kebiasaan sebagian masyarakat ketika menyaksikan kecelakaan atau kebakaran. Alih-alih memberikan pertolongan terlebih dahulu, warga terkadang langsung mengambil foto, merekam video hingga melakukan siaran langsung.
“Karena itu, literasi dan manajemen media sosial menjadi sangat krusial,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, KIM diharapkan tidak hanya mampu mengelola media sosial, tetapi juga memahami strategi distribusi konten agar informasi mengenai program, potensi dan pembangunan desa dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“KIM harus menjadi pionir dan garda terdepan dalam menyebarluaskan informasi pembangunan desa,” tegasnya. (*)






