Bontang, Mesakada.com – Musim kemarau dan keterbatasan sumber air menghambat kegiatan penanaman sejumlah petani di Kota Bontang. Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang menekankan pentingnya pendataan lapangan dan pendampingan untuk mengetahui kendala yang dihadapi petani.
Kepala Bidang Pertanian DKP3 Bontang, Al-Fadli, mengatakan ketersediaan sumber air menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kegiatan pertanian. Kondisi tersebut membuat sebagian petani memilih tidak melakukan penanaman.
“Sumber air ini yang sangat kami butuhkan. Makanya banyak teman-teman petani kami sekarang ini tidak melakukan penanaman,” ungkap Fadli dalam Forum Konsultasi Publik DKP3 Bontang 2026, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, pendataan langsung diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran mengenai kondisi lahan dan kendala produksi yang dihadapi petani. Informasi tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program pendampingan maupun menentukan kebutuhan sarana pertanian.
“Makanya kami turun ke lapangan untuk mendata,” katanya.
Pendataan mencakup luas lahan, potensi komoditas unggulan, ketersediaan sumber air, kebutuhan pupuk, permodalan, hingga kendala hama dan penyakit tanaman. DKP3 juga meminta petani aktif menyampaikan persoalan yang mereka hadapi kepada penyuluh pertanian.
“Jangan bosan-bosan, Pak, kalau kami turun ke lapangan ini,” ujarnya.
Fadli menjelaskan, kunjungan petugas bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan upaya memastikan program pemerintah sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pendampingan kelompok tani menjadi salah satu layanan utama DKP3 untuk mendukung peningkatan produksi pertanian sepanjang tahun, termasuk pada dua musim tanam intensif.
“Kami 100 persen untuk mendampingi teman-teman petani untuk meningkatkan produksi pertaniannya,” kata Fadli.
Pendampingan tersebut meliputi pengolahan lahan, pemilihan benih unggul bersertifikat, pemupukan berimbang, pengamatan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), hingga penguatan administrasi kelompok tani. DKP3 juga mencantumkan pompa air sebagai salah satu alat dan mesin pertanian yang dapat diajukan untuk mendukung kegiatan produksi.
Meski demikian, permohonan bantuan tetap harus melalui identifikasi dan verifikasi berdasarkan kebutuhan petani serta kondisi teknis lokasi. DKP3 juga membuka ruang bagi petani untuk menyampaikan keluhan dan meminta fasilitasi terkait kebutuhan pupuk bersubsidi maupun bantuan pertanian lainnya.
“Kalau ada keluhannya, misalnya untuk difasilitasi mendapatkan bantuan pupuk subsidi atau apa pun, semuanya kita akan layani,” jelasnya. (ADV)






