Inflasi Sulbar Tembus 5,15 Persen, Tertinggi Sejak 2025

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar mencatat inflasi Februari 2026 tembus 5,15 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 2025 dan terus merangkak naik sejak Januari 2026.

Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani menjelaskan, inflasi tersebut ditunjukkan dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,12 pada Februari 2025 menjadi 110,53 pada Februari 2026.

Selain inflasi tahunan, tercatat pula inflasi bulanan sebesar 0,29 persen dan inflasi satu tahun kalender sebesar 1,01 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di dua kabupaten, inflasi tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 7,13 persen dengan IHK 112,01. Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Majene sebesar 3,88 persen dengan IHK 109,57.

Inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan 5,33 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat kenaikan tertinggi sebesar 16,72 persen.

Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,78 persen, kelompok kesehatan 1,61 persen, serta kelompok transportasi sebesar 0,89 persen.

Sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil inflasi antara lain tarif listrik, berbagai jenis ikan seperti cakalang, layang, tuna, bandeng, tongkol, selar, dan kembung, serta beras, bawang merah, emas perhiasan, rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM), dan Sigaret Kretek Tangan (SKT), ayam hidup, daging ayam ras, telur ayam ras, hingga cumi-cumi.

Sementara itu, beberapa komoditas yang menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi antara lain tomat, cabai merah, jagung manis, bawang putih, gula pasir, bensin, semen, telepon seluler, semangka, serta sejumlah komoditas sandang dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Dengan capaian 5,15 persen ini, inflasi Sulawesi Barat pada Februari 2026 tercatat sebagai yang tertinggi dalam periode pengamatan sejak 2025, sehingga menjadi perhatian terhadap stabilitas harga dan daya beli masyarakat di daerah. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.